Patrazone.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 dapat menembus 6 persen. Keyakinan itu sejalan dengan prospek pasar modal yang dinilai masih memiliki ruang untuk mencetak rekor baru.
Purbaya menyebut, fondasi ekonomi nasional semakin solid sejak ia mulai memegang kendali kebijakan fiskal sebagai Menkeu pada September 2025. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi yang lebih erat antara kebijakan fiskal dan moneter.
“Saya melihat itu bukan angka yang mustahil dicapai. Pertumbuhan ekonomi membaik dibanding tahun lalu. Sekarang satu tahun penuh ini saya sudah pegang ekonominya, bersama Gubernur BI dan pihak terkait,” ujar Purbaya saat pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) awal 2026, di Jakarta, Jumat (2/1/2026).
Fiskal dan Moneter Lebih Sinkron
Menurut Purbaya, sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter akan mendorong laju pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat. Dampaknya diharapkan tercermin pada kinerja korporasi, yang pada akhirnya menopang pergerakan pasar saham.
Dengan kondisi tersebut, ia menilai target IHSG di level 10.000 bukan sekadar ambisi, melainkan peluang yang realistis jika momentum ekonomi terjaga.
Pesan untuk Investor
Purbaya pun mengingatkan pelaku pasar agar jeli membaca peluang dan tidak melewatkan momentum pertumbuhan.
“Investor-investor yang jeli, jangan sampai ketinggalan,” katanya.
Sebagai catatan, sepanjang 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 22,13 persen ke level 8.646,93. Sepanjang tahun lalu, IHSG juga beberapa kali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH).
