Patrazone.com – Pasar otomotif nasional sedang menghadapi tekanan berat. Penjualan mobil di Indonesia merosot tajam dan mencapai level terendah dalam lima tahun terakhir, menandai lemahnya pemulihan industri kendaraan bermotor.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengungkapkan sejumlah faktor utama yang menjadi biang kerok lesunya pasar mobil, mulai dari kondisi ekonomi hingga persoalan pembiayaan.
Daya Beli Melemah, Mobil Bukan Prioritas
Ketua Umum Gaikindo Putu Juli Ardika menyebut kondisi ekonomi masih menjadi tantangan terbesar. Daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih membuat mobil—sebagai barang tersier—tak lagi menjadi prioritas.
“Yang pertama itu mungkin keadaan ekonomi,” ujar Putu kepada CNBC Indonesia.
Pembiayaan Jadi Faktor Paling Krusial
Selain ekonomi, Gaikindo menilai sektor pembiayaan memberi dampak signifikan. Pasalnya, lebih dari 70 persen pembelian kendaraan di Indonesia dilakukan secara kredit.
“Kalau pembiayaan ada permasalahan atau kurang kondusif, dampaknya besar sekali ke pasar,” kata Putu.
Pengetatan kredit dan kehati-hatian lembaga pembiayaan dinilai ikut menekan minat beli konsumen.
Opsen Pajak Daerah Jadi Beban Tambahan
Gaikindo juga menyoroti implementasi opsen atau tambahan pajak daerah. Kebijakan ini dinilai berpotensi menambah beban biaya bagi konsumen di sejumlah wilayah.
“Yang juga sedikit mengkhawatirkan adalah implementasi opsen di daerah,” ujar Putu.
Selain itu, Gaikindo menyinggung masuknya kendaraan impor tertentu, seperti truk yang digunakan di luar jalan raya namun tidak melalui proses homologasi sesuai ketentuan.
Data Bicara: Penjualan Terus Menurun
Berdasarkan data Gaikindo, penurunan terlihat jelas pada kinerja penjualan tahun 2025.
- Wholesales (pabrik ke dealer) Januari–November 2025 tercatat 710.084 unit, turun 9,6 persen dibanding periode sama tahun lalu yang mencapai 785.917 unit.
- Retail sales (dealer ke konsumen) mencapai 739.977 unit, turun 8,4 persen dari 807.586 unit pada tahun sebelumnya.
Jika ditarik ke belakang, penjualan mobil 2025 menjadi yang terendah dalam lima tahun terakhir.
Data wholesales Januari–November:
- 2021: 887.202 unit
- 2022: 1.048.040 unit
- 2023: 1.005.802 unit
- 2024: 865.723 unit
- 2025: 710.084 unit
Industri Perlu Dukungan Kebijakan
Penurunan ini menjadi sinyal peringatan bagi industri otomotif nasional. Gaikindo menilai, dukungan kebijakan yang tepat, termasuk pembiayaan yang lebih kondusif dan kepastian regulasi, dibutuhkan untuk menggerakkan kembali pasar.
Tanpa perbaikan di sisi ekonomi, pembiayaan, dan regulasi daerah, penjualan mobil diperkirakan masih akan menghadapi tekanan hingga akhir tahun.
