Karyawan Bank Jateng Syariah Ditemukan Tewas di Rumah, Polisi Duga Akibat Sakit

Patrazone.com — Seorang karyawan Bank Jateng Syariah Pekalongan berinisial D (30) ditemukan meninggal dunia di kamar rumahnya di Perumahan Morison, Desa Wangandowo, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, Senin (19/1/2026).

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh ibu dan adik kandungnya sekitar pukul 11.00 WIB, setelah pihak kantor korban menghubungi keluarga karena D tidak masuk kerja tanpa keterangan.

Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C Yusuf melalui Kasubsi Penmas Sihumas Ipda Warsito, Selasa (20/1/2026), membenarkan peristiwa tersebut. Saat ditemukan, kondisi jasad korban disebut sudah mulai mengalami pembusukan.

“Awalnya ibu korban mendapat telepon dari pihak Bank Jateng Syariah yang menanyakan keberadaan korban karena tidak masuk kerja,” kata Warsito.

Karena tidak mendapat respons saat dihubungi, ibu dan adik korban mendatangi rumahnya di Perumahan Morison. Pintu rumah diketahui terkunci, sehingga keluarga masuk menggunakan kunci cadangan.

Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di dalam kamar.

Mendapat laporan tersebut, Polsek Bojong bersama Unit INAFIS Satreskrim Polres Pekalongan serta tenaga medis dari Puskesmas Bojong 2 langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Hasil pemeriksaan luar oleh tim medis menyebutkan, korban diperkirakan telah meninggal beberapa hari sebelum ditemukan. Hal ini ditandai dengan perubahan warna wajah, lebam mayat, serta keluarnya cairan dari mulut dan telinga.

“Dari pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujar Warsito.

Kondisi rumah juga dilaporkan dalam keadaan rapi. Tidak ada barang berharga yang hilang. Sepeda motor korban jenis Honda Vario beserta kunci-kunci masih berada di tempatnya.

Polisi turut menemukan berbagai jenis obat-obatan di bawah tempat tidur korban. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa korban meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya.

“Dokter memperkirakan korban meninggal karena sakit. Hal ini diperkuat dengan temuan obat-obatan di sekitar lokasi,” kata Warsito.
“Pintu dan jendela rumah juga terkunci dari dalam,” tambahnya.

Pihak keluarga menyatakan menerima peristiwa ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian secara medis.

“Keluarga sudah ikhlas dan tidak menghendaki autopsi. Jenazah langsung diserahkan kepada keluarga,” ujar Warsito.

Pada hari yang sama, jenazah D, pria asal Comal, Kabupaten Pemalang, dibawa menggunakan ambulans ke kampung halamannya untuk dimakamkan.

Patrazone
Exit mobile version