Utang pemerintah global mencapai level tertinggi sepanjang sejarah, menembus US$110,9 triliun pada 2025. Meskipun setiap negara memiliki batas toleransi utang tertentu, sebagian besar utang publik dunia ditanggung oleh negara-negara dengan ekonomi besar.
Berdasarkan Laporan Prospek Ekonomi Dunia IMF (Oktober 2025), berikut 10 negara dengan utang pemerintah terbesar dalam nilai absolut dolar dan faktor yang menjelaskan posisi mereka:
1. Amerika Serikat — US$38,27 triliun
AS tetap menjadi peminjam pemerintah terbesar di dunia, memegang lebih dari sepertiga utang publik global. Selama 2025, pemerintah federal menambah hampir US$2,9 triliun utang, terdorong oleh defisit fiskal, pembayaran bunga tinggi, dan kewajiban pengeluaran jangka panjang. Meski besar, AS masih bisa meminjam dengan suku bunga rendah berkat status dolar sebagai mata uang cadangan dunia.
2. China — US$18,68 triliun
China menempati posisi kedua dengan utang hampir US$18,7 triliun, tumbuh 13,6% YoY atau sekitar US$2,2 triliun dalam setahun. Lonjakan ini didorong oleh investasi infrastruktur, kebutuhan pendanaan pemerintah daerah, dan upaya stabilisasi ekonomi.
3. Jepang — US$9,83 triliun
Jepang memiliki rasio utang terhadap PDB tertinggi di antara negara besar, sekitar 230%. Meskipun nilai absolut utang mencapai US$9,83 triliun, pertumbuhan utangnya moderat, hanya sekitar US$200 miliar atau 2% pada 2025.
4. Inggris Raya — US$4,09 triliun
Utang Inggris terus meningkat akibat ekspansi fiskal panjang dan pinjaman selama pandemi. Upaya pemangkasan utang masih berjalan, tapi total utang tetap lebih tinggi dibanding masa lalu.
5. Prancis — US$3,92 triliun
Pengeluaran struktural untuk pensiun, kesehatan, dan kesejahteraan sosial, ditambah pertumbuhan ekonomi yang lambat, membuat Prancis tetap berada di peringkat tinggi utang publik Eropa.
6. Italia — US$3,48 triliun
Italia menanggung salah satu beban utang terberat di zona euro, akibat akumulasi utang bertahun-tahun dan pertumbuhan ekonomi yang lemah.
7. India — US$3,36 triliun
Meski utang India tergolong besar, hal ini sejalan dengan skala ekonomi yang berkembang pesat, menjadikannya cukup seimbang secara proporsional.
8. Jerman — US$3,23 triliun
Jerman, meski terkenal disiplin fiskal, berada di posisi tinggi karena ukuran ekonominya. Utang meningkat akibat dukungan ekonomi dan pengeluaran energi, meski rasio utang relatif lebih rendah dibanding negara maju lain.
9. Kanada — US$2,60 triliun
Utang Kanada bertambah karena program stimulus federal, pinjaman provinsi, dan biaya bunga yang meningkat, meski prospek fiskal masih lebih sehat dibanding banyak negara maju.
10. Brasil — US$2,06 triliun
Utang Brasil mencerminkan defisit ekonomi, pengeluaran sosial, dan pertumbuhan negara yang moderat. Dengan total US$2,06 triliun, Brasil menjadi negara Amerika Latin dengan utang publik tertinggi.
Data ini menunjukkan bahwa sedikit negara besar kini mendominasi lanskap utang global, sementara negara lain memiliki kontribusi lebih kecil dalam total utang dunia.
