Banjir Pekalongan Kian Meluas, 1.764 Warga Mengungsi Terjepit Hujan Deras dan Pasang Laut

Patrazone.com — Banjir yang melanda Kabupaten Pekalongan sejak pertengahan Januari 2026 belum menunjukkan tanda-tanda surut. Hingga Sabtu dini hari (7/2/2026), genangan air justru meluas dan meninggi, dipicu curah hujan tinggi serta pasang air laut yang menghambat aliran sungai ke muara.

Sebanyak 1.764 jiwa dari 628 kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi dan tersebar di 22 titik posko pengungsian di berbagai wilayah pesisir dan dataran rendah.


Enam Kecamatan Terendam, Air Capai Satu Meter

Pengurus PMI Kabupaten Pekalongan, Bambang Sudjatmiko, menyebut banjir berdampak pada enam kecamatan, yakni Wiradesa, Tirto, Sragi, Siwalan, Wonokerto, dan Buaran.

“Curah hujan masih tinggi dan beberapa wilayah mengalami kenaikan debit air. Ketinggian banjir saat ini berkisar 30 hingga 100 sentimeter, terutama di kawasan pesisir,” kata Bambang, Sabtu pagi.

Posko pengungsian tersebar di gedung serbaguna, masjid, musala, sekolah, hingga rumah warga. Gedung Kopindo menjadi lokasi pengungsian terbesar dengan 285 jiwa, disusul PT Dupantex (185 jiwa) dan Gedung Serbaguna Mayangan (179 jiwa).


Kelompok Rentan Mendominasi Posko

Dari total pengungsi, kelompok rentan masih mendominasi, mulai dari lansia, balita, anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, hingga penyandang disabilitas.

“Penambahan posko dan jumlah pengungsi terjadi di beberapa lokasi. Kami terus melakukan asesmen dan distribusi logistik,” ujar Bambang.


Pasang Laut Perparah Luapan Sungai

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan, Agus Pranoto, menjelaskan banjir tidak hanya disebabkan hujan deras, tetapi juga kenaikan muka air laut yang membuat aliran sungai tertahan.

“Permukaan laut naik sehingga air sungai meluap ke permukiman,” ujarnya.

Di Desa Tegaldowo, ketinggian air mencapai 40–100 sentimeter. Sementara di Desa Mulyorejo, genangan berkisar 40–80 sentimeter, dan di Desa Api-api, air di jalan utama mencapai 50 sentimeter, dengan permukiman tergenang hingga 70 sentimeter.

Di Kecamatan Wonokerto, banjir masih merendam Wonokerto Wetan setinggi 10–30 sentimeter di rumah warga dan 20–50 sentimeter di jalan. Kondisi lebih parah terjadi di Wonokerto Kulon, dengan genangan mencapai 70 sentimeter di permukiman.


Logistik Terhambat, Kebutuhan Mendesak

PMI bersama BPBD terus melakukan evakuasi kelompok rentan, pengoperasian dapur umum, distribusi logistik dan air bersih, serta pelayanan kesehatan hingga rujukan pasien ke rumah sakit.

Namun, upaya tersebut masih menghadapi kendala. “Beberapa wilayah terendam cukup dalam sehingga distribusi logistik terhambat,” kata Bambang.

Kebutuhan mendesak di posko pengungsian saat ini meliputi selimut, perlengkapan mandi, pampers, air mineral, obat gatal, kopi, dan makanan ringan.

BPBD dan PMI mengimbau masyarakat tetap waspada mengingat potensi hujan masih tinggi dan banjir belum menunjukkan tanda-tanda surut.

“Kami berharap cuaca segera membaik agar air cepat surut dan warga bisa kembali ke rumah,” tutur Agus Pranoto.

Patrazone
Exit mobile version