Uji taksi kecepatan tinggi di Pangkalan Edwards menjadi langkah awal menuju penerbangan lebih hemat dan rendah emisi.
Patrazone.com — Para insinyur di NASA menuntaskan uji taksi kecepatan tinggi untuk model sayap Crossflow Attenuated Natural Laminar Flow (CATNLF). Pengujian dilakukan di Edwards Air Force Base dan menjadi tonggak baru dalam pengembangan teknologi efisiensi bahan bakar pesawat.
Teknologi CATNLF dirancang untuk menjaga aliran udara di atas permukaan sayap tetap halus (laminar). Aliran yang stabil ini dapat mengurangi hambatan gesekan secara signifikan, sehingga mesin tidak perlu bekerja terlalu keras.
“Bahkan keuntungan kecil dalam efisiensi dapat bertambah menjadi pengurangan yang cukup besar dalam pembakaran bahan bakar dan emisi untuk maskapai komersial,” ujar Penyelidik Utama CATNLF di Armstrong Flight Research Center NASA, Mike Frederick, dikutip Minggu (15/2/2026).
Potensi Hemat 10 Persen Bahan Bakar
Berdasarkan studi komputasi NASA pada 2014–2017, penerapan desain sayap laminar seperti CATNLF pada pesawat berbadan lebar lorong ganda—misalnya Boeing 777—berpotensi menekan konsumsi bahan bakar tahunan hingga 10 persen.
Bagi industri penerbangan, angka ini sangat signifikan. Efisiensi tersebut dapat diterjemahkan menjadi penghematan jutaan dolar per pesawat setiap tahun, sekaligus menurunkan emisi karbon di tengah tekanan harga avtur dan target iklim global.
Diuji dengan F-15B
Dalam uji teknis, NASA menggunakan pesawat riset McDonnell Douglas F-15B yang dipasangi model sayap CATNLF berukuran sekitar 3 kaki. Model dipasang secara vertikal menyerupai sirip di bawah badan pesawat.
Pesawat mencapai kecepatan sekitar 144 mil per jam (231 km/jam) di landasan pacu. Kecepatan tersebut cukup untuk mengamati perilaku aliran udara dalam kondisi operasional realistis tanpa harus langsung melakukan uji terbang penuh.
Pendekatan ini dinilai lebih fleksibel dan hemat biaya dibanding membangun ulang sayap pesawat komersial berukuran penuh.
Menunda Turbulensi, Kurangi Hambatan
Secara teknis, desain CATNLF bekerja dengan menunda munculnya turbulensi pada aliran udara di atas sayap. Turbulensi meningkatkan hambatan dan membuat mesin bekerja lebih keras.
Dengan menyempurnakan bentuk sayap untuk menekan efek “crossflow” pada sayap menyapu ke belakang, lapisan batas udara dapat dipertahankan lebih halus. Hasilnya adalah pengurangan hambatan total pada pesawat jarak jauh.
Menuju Uji Terbang Lanjutan
Keberhasilan uji taksi ini membuka jalan bagi pengujian berikutnya pada kecepatan lebih tinggi dan kondisi atmosfer berbeda. Jika hasilnya konsisten, teknologi CATNLF berpotensi diterapkan tidak hanya pada pesawat penumpang subsonik, tetapi juga desain pesawat supersonik generasi mendatang.
Upaya ini menjadi bagian dari strategi NASA untuk mendorong industri penerbangan menuju era yang lebih efisien, bersih, dan ekonomis.
