Patrazone.com — Tim Indonesia menurunkan 13+1 wakil di All England 2026, yang berlangsung sejak 3 hingga 8 Maret 2026. Dari jumlah tersebut, beberapa pemain merupakan debutan dan non-Pelatnas.
Namun, selama empat hari turnamen, satu per satu wakil Indonesia tereliminasi. Termasuk pasangan andalan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri yang kalah dari Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di babak 16 besar dengan skor 21-8, 14-21, 16-21.
Kemenangan itu membawa Raymond/Nikolaus melaju ke babak perempat final dan kemudian berhasil menembus semifinal. Sementara wakil Merah Putih lainnya satu per satu tersingkir dari lawan-lawannya.
Tekanan jadi satu-satunya wakil Indonesia
“Tekanan jadi satu-satunya wakil Indonesia di semifinal pasti ada, tapi kami tidak mau menjadikannya sebuah beban,” ujar Raymond melalui pernyataan resmi federasi, Sabtu (7/3/2026).
Sebagai juara Australia Open 2025, pasangan ini menegaskan fokus mereka adalah bermain tanpa beban, memaksimalkan kemampuan, dan menikmati setiap momen di lapangan.
Pesan dari Taufik Hidayat
Wakil Ketua Umum 1 PP PBSI Taufik Hidayat menekankan agar atlet tidak gentar menghadapi lawan yang memiliki peringkat lebih tinggi.
“Justru ini kesempatan untuk menguji diri, mengukur kemampuan, sekaligus menambah pengalaman di level dunia,” ujar Taufik.
Ia menambahkan, mental percaya diri dan fokus pada permainan sendiri menjadi kunci bagi para pemain muda untuk memberikan perlawanan terbaik.
“Fokus saja pada permainan sendiri, keluarkan kemampuan terbaik, dan tunjukkan semangat juang di lapangan. Dengan mental seperti itu, saya yakin mereka bisa terus berkembang ke depannya,” tuturnya.
Harapan dan Tantangan
Dengan hanya menyisakan Raymond/Nikolaus sebagai harapan terakhir Indonesia di All England 2026, ekspektasi tinggi tentu melekat. Namun, pasangan ini bertekad menatap laga semifinal dengan kepala dingin, strategi matang, dan semangat juang yang tinggi.
Bagi PBSI, keberhasilan Raymond/Nikolaus menembus semifinal bukan hanya soal hasil, tapi juga pengalaman berharga yang akan mengasah kemampuan para atlet muda Indonesia di pentas dunia.
