Rusia Diduga Diam-Diam Bantu Iran Hadapi AS–Israel, Beri Citra Satelit Posisi Kapal Perang

Patrazone.com — Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Rusia diduga memberikan bantuan intelijen kepada Iran di tengah konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.

Sejumlah pejabat Amerika Serikat mengungkapkan, Moskwa membagikan informasi sensitif berupa citra satelit yang memetakan posisi kapal perang serta pergerakan personel militer AS di kawasan konflik.

Langkah tersebut dinilai berpotensi memperumit hubungan diplomatik antara Washington dan Kremlin yang selama ini sudah tegang.

Dikutip dari laporan The New York Times, beberapa pihak di kalangan intelijen AS menilai kerja sama tersebut belum tentu efektif di medan perang.

Iran disebut masih tertinggal jauh dalam teknologi rudal dibandingkan Rusia. Karena itu, belum dapat dipastikan apakah Teheran mampu memanfaatkan data intelijen tersebut untuk menargetkan kapal perang AS secara akurat.

Rusia disebut ungkap posisi aset militer AS

Meski efektivitasnya diperdebatkan, para pejabat AS memastikan Rusia telah memberikan informasi terbaru mengenai posisi aset militer Amerika sejak awal perang.

Hingga saat ini, Iran belum berhasil menghantam kapal perang Amerika.

Namun, serangan Iran tetap menimbulkan dampak serius. Beberapa pangkalan militer AS menjadi sasaran, termasuk di Kuwait dan Bahrain.

Serangan tersebut dilaporkan menewaskan enam personel militer AS serta merusak sejumlah fasilitas militer.

Selain itu, drone Iran juga sempat menghantam sebuah gedung di Riyadh, Arab Saudi, yang menampung stasiun CIA. Tidak ada korban jiwa dalam serangan tersebut.

Pentagon mencatat, intensitas serangan Iran mulai menurun dalam beberapa waktu terakhir.

Penurunan itu disebut terjadi setelah pesawat pengebom AS melancarkan serangan besar-besaran terhadap titik peluncur rudal dan pusat komando militer Iran.

Laporan mengenai pembagian intelijen Rusia kepada Iran sebelumnya juga disampaikan oleh The Washington Post.

Putin hubungi Presiden Iran

Di tengah meningkatnya ketegangan, Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan melakukan pembicaraan dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Jumat (6/3/2026).

Kremlin menyatakan kedua pemimpin sepakat untuk terus menjaga komunikasi melalui berbagai saluran diplomatik.

Putin juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Dalam percakapan tersebut, Putin menyerukan penghentian permusuhan dan mendorong semua pihak kembali ke jalur diplomasi.

Meski demikian, pernyataan resmi Kremlin tidak menyinggung secara langsung soal dugaan pertukaran intelijen dengan Iran.

Kemitraan militer Rusia–Iran

Hubungan militer Rusia dan Iran dalam beberapa tahun terakhir memang semakin erat.

Iran menjadi pemasok penting drone serang bagi Rusia yang digunakan dalam perang di Ukraina.

Sebagai imbalannya, Moskwa disebut memberikan bantuan teknologi militer serta berbagi informasi intelijen kepada Teheran.

Selama pemerintahan Presiden AS Joe Biden, Gedung Putih secara rutin membuka informasi rahasia terkait pengiriman drone Iran ke Rusia. Langkah itu dilakukan untuk menekan Teheran agar menghentikan dukungannya kepada Moskwa.

Namun, upaya tersebut sejauh ini belum membuahkan hasil.

Sementara itu, Komando Pusat militer AS dan CIA menolak memberikan komentar terkait dugaan pertukaran intelijen rahasia antara Rusia dan Iran tersebut.

Patrazone
Exit mobile version