Patrazone.com — Lebaran bukan sekadar perayaan. Ia adalah tentang cerita—tentang pulang, kebersamaan, dan identitas yang ingin ditampilkan lewat cara paling personal: busana.
Tahun ini, Buttonscarves menghadirkan sesuatu yang berbeda. Bukan hanya koleksi baru, tetapi sebuah perjalanan visual yang membawa imajinasi melintasi dua peradaban besar: Mesir dan Maroko.
Lebaran yang Penuh Cerita
Di tangan Founder & CEO Linda Anggrea, fesyen tidak lagi sekadar soal tren. Ia menjadi medium untuk bercerita.
“Raya selalu menjadi momen yang paling bermakna bagi komunitas kami. Kami ingin menghadirkan lebih dari sekadar busana, tetapi juga cerita yang menginspirasi,” ujarnya.
Pendekatan inilah yang membuat koleksi Raya 2026 terasa berbeda—lebih dalam, lebih personal.
Alih-alih hanya bermain pada warna dan potongan, Buttonscarves menggali elemen budaya: arsitektur, motif tradisional, hingga atmosfer keseharian dari dua negara yang kaya sejarah.
Elegansi Mesir dalam Balutan Modern
Pada lini Egypt Series, nuansa elegan menjadi benang merah.
Terinspirasi dari simbol-simbol klasik Mesir, koleksi ini menghadirkan motif lotus sebagai elemen utama. Dalam filosofi kuno, lotus melambangkan kehidupan, kebangkitan, dan pembaruan—nilai yang sejalan dengan semangat Ramadan dan Idulfitri.
Desainnya dibuat timeless, tidak lekang oleh waktu, namun tetap relevan untuk gaya masa kini.
“Mesir memiliki simbolisme yang kuat. Kami menerjemahkannya menjadi sesuatu yang bisa dikenakan dalam berbagai momen,” kata Linda.
Maroko: Warna, Pola, dan Ekspresi
Berbeda dengan Mesir yang cenderung tenang, Moroccan Series tampil lebih berani.
Inspirasi utamanya datang dari zellige—mosaik khas Maroko dengan pola geometris yang rumit dan penuh warna.
Motif ini kemudian diolah menjadi desain yang lebih ringan dan modern, tanpa kehilangan karakter artistiknya.
Hasilnya adalah koleksi yang tidak hanya indah, tetapi juga statement—memberi kesan kuat tanpa terasa berlebihan.
“Maroko punya kekayaan visual yang sangat khas. Ini menjadi inspirasi besar untuk menghadirkan desain yang artistik namun tetap mudah dipadukan,” ujarnya.
Lebih dari Sekadar Scarf
Sebagai brand yang dikenal dengan scarf ikoniknya, Buttonscarves tetap mempertahankan identitas tersebut. Namun tahun ini, koleksi diperluas dengan lini apparel yang melengkapi tampilan Lebaran secara menyeluruh.
Ciri khas Monogram B tetap hadir, menjadi benang pengikat antara kedua seri—menjaga konsistensi visual sekaligus memperkuat identitas brand.
Setiap detail dirancang untuk menciptakan harmoni antara tradisi dan modernitas.
Fesyen sebagai Identitas dan Makna
Di tengah industri fesyen yang bergerak cepat, koleksi ini mencoba mengambil jeda—mengajak pemakainya untuk tidak sekadar tampil cantik, tetapi juga memahami makna di baliknya.
Lebaran, dalam konteks ini, bukan hanya soal apa yang dikenakan, tetapi bagaimana busana itu merepresentasikan nilai kebersamaan dan perjalanan diri.
“Di balik perayaan, Raya adalah tentang berbagi dan kebersamaan. Kami ingin koleksi ini tidak hanya indah, tetapi juga bermakna,” tutur Linda.
Melalui koleksi Raya 2026, Buttonscarves menunjukkan bahwa fesyen bisa menjadi jembatan—menghubungkan budaya, cerita, dan identitas dalam satu balutan.
Dan di Hari Raya, ketika semua kembali ke rumah, mungkin yang paling berkesan bukan hanya pakaian yang dikenakan, tetapi cerita yang dibawanya.
