Tersesat Ikuti Google Maps, Pemudik Ini Masuk Hutan di Pemalang dan Diselamatkan Polisi

Patrazone.com — Perjalanan mudik yang seharusnya penuh harap justru berubah menjadi mencekam bagi Arif Irawan. Bersama istri dan anaknya, ia nyaris terjebak semalaman di tengah hutan gelap di wilayah Pemalang.

Semua bermula dari satu keputusan sederhana: mengikuti rute alternatif yang disarankan aplikasi peta.


Jalan Sunyi yang Berubah Menakutkan

Minggu (22/3/2026) malam, Arif memulai perjalanan dari Banyumas menuju Pekalongan. Awalnya, perjalanan terasa lancar. Jalanan cukup ramai, dan kondisi kendaraan pun prima.

Namun segalanya mulai berubah saat ia diarahkan melewati jalur alternatif di Desa Pabuaran.

Setelah sempat berhenti untuk salat Maghrib, Arif melanjutkan perjalanan. Perlahan, suasana berubah. Jalan yang dilalui semakin sempit, minim penerangan, dan jauh dari permukiman.

“Awalnya biasa saja, tapi lama-lama jalannya makin gelap dan sepi,” kata Arif.

Tanpa disadari, mereka telah masuk kawasan hutan dan perbukitan di Desa Parunggalih, Kecamatan Bodeh.


Terjebak Hujan di Tengah Hutan

Rasa tidak aman mulai muncul. Arif memutuskan untuk putar balik. Namun keputusan itu datang terlambat.

Hujan turun tiba-tiba.

Jalan tanah yang dilalui berubah menjadi licin dan berlumpur. Sepeda motor yang dikendarainya beberapa kali tergelincir. Di sekelilingnya hanya gelap, tanpa penerangan, tanpa tanda kehidupan.

Di momen itulah, kepanikan mulai muncul.

“Sudah tidak tahu arah, gelap semua,” ujarnya.


Satu Telepon Penyelamat

Dalam kondisi terdesak, Arif mencoba menghubungi layanan darurat 110. Panggilan itu menjadi titik balik.

Laporan tersebut segera ditindaklanjuti oleh Polres Pemalang yang kemudian meneruskan ke jajaran Polsek Bodeh.

Tanpa menunggu lama, petugas bergerak menyusuri medan sulit—jalan berlumpur, hutan gelap, dan jalur yang bahkan jarang dilalui warga.

Pencarian berlangsung dalam kondisi terbatas, namun akhirnya Arif dan keluarganya berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.


Dievakuasi, Lalu Diantar Hingga Tujuan

Petugas segera mengevakuasi Arif bersama keluarga ke tempat aman, yakni rumah perangkat desa setempat.

Tak berhenti di situ, polisi bersama warga juga kembali ke lokasi untuk mengevakuasi sepeda motor yang tertinggal di jalur hutan.

Meski medan berat, kendaraan akhirnya berhasil dikeluarkan.

Yang membuat haru, perjalanan Arif tak hanya diselamatkan—ia bahkan diantar hingga tiba di rumah tujuan di Desa Sidomulyo, Pekalongan.

“Terima kasih, kalau bukan karena polisi mungkin kami tidak tahu harus bagaimana,” ungkap Arif.


Imbauan untuk Pemudik

Kasatgas Humas Ops Ketupat Candi 2026 Polda Jateng, Artanto, mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat memilih rute perjalanan.

Menurutnya, jalur alternatif tidak selalu aman, terutama dalam kondisi cuaca yang tidak menentu.

“Gunakan jalur resmi. Jangan mudah tergiur rute yang belum jelas keamanannya,” tegasnya.


Pelajaran dari Sebuah Perjalanan

Kisah Arif menjadi pengingat bahwa teknologi, meski membantu, tetap memiliki keterbatasan.

Di balik kemudahan navigasi digital, ada risiko yang tak selalu terlihat di layar.

Mudik bukan sekadar sampai tujuan. Ia adalah perjalanan yang harus ditempuh dengan perhitungan, kewaspadaan, dan pilihan rute yang tepat.

Dan bagi Arif, perjalanan itu kini menyisakan satu hal: rasa syukur karena masih bisa sampai dengan selamat.

Patrazone
Exit mobile version