Patrazone.com – Semangat membangun ekonomi dari desa kembali digelorakan di Kabupaten Pekalongan. Pemerintah daerah setempat terus mempercepat realisasi pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), yang diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat akar rumput.
Pelaksana Tugas Bupati Pekalongan, Sukirman, menegaskan bahwa progres pembangunan menunjukkan arah yang positif, meski belum sepenuhnya sesuai target.
“Progresnya sudah cukup baik, namun masih ada beberapa target yang harus kita kejar bersama,” ujarnya usai rapat evaluasi di kantor bupati.
Kolaborasi Jadi Kunci Percepatan
Di balik percepatan ini, kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi utama. Salah satu yang berperan strategis adalah dukungan dari Kodim 0710/Pekalongan dalam membantu penyediaan lahan.
Lahan yang digunakan berasal dari berbagai sumber—mulai dari aset desa, pemerintah daerah, hingga kawasan milik Perhutani.
Langkah ini mencerminkan sinergi antara pemerintah daerah dan aparat dalam memastikan program berjalan cepat dan tepat sasaran.
Tantangan Nyata di Lapangan
Namun, di balik optimisme tersebut, sejumlah kendala teknis masih membayangi.
Proses pengolahan lahan seperti pengurukan hingga perizinan menjadi tantangan utama, terutama untuk lahan di kawasan Perhutani.
“Masih ada perhitungan ulang karena ada pohon yang harus ditebang, sehingga membutuhkan biaya tambahan,” jelas Sukirman.
Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya soal perencanaan, tetapi juga kesiapan teknis di lapangan.
Target 200 Lokasi, Puluhan Masih Kurang
Komandan Kodim 0710/Pekalongan, Ihalauw Garry Herlambang, mengungkapkan bahwa secara nasional program ini menargetkan puluhan ribu titik.
Untuk Kabupaten Pekalongan sendiri, ditargetkan sekitar 200 lokasi dapat terbangun.
Namun hingga kini, masih terdapat puluhan titik yang belum terpenuhi, sehingga pemetaan dan penyediaan lahan terus dipercepat.
“Beberapa opsi lahan sudah disiapkan, dan pemetaan terus dilakukan,” ujarnya.
Harapan Besar dari Desa
Koperasi Merah Putih bukan sekadar proyek pembangunan fisik. Ia membawa harapan baru bagi ekonomi desa—membuka akses usaha, memperkuat UMKM, dan menciptakan kemandirian ekonomi lokal.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, mulai dari regulasi, tim teknis, hingga pembiayaan, optimisme terus dijaga agar target bisa tercapai tepat waktu.
“Kami optimistis target bisa terpenuhi. Fokus kami sekarang menyelesaikan pemetaan lahan,” pungkas Garry.
Di tengah berbagai tantangan, langkah ini menjadi gambaran bagaimana pembangunan dari desa terus diperjuangkan—perlahan, namun pasti.
