Patrazone.com – Indonesia, sebagai negara kepulauan yang berada di pertemuan tiga lempeng tektonik aktif—Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik—selalu menghadapi risiko bencana alam sepanjang tahun. Kondisi atmosfer yang tidak menentu, termasuk curah hujan ekstrem, angin kencang, dan perubahan suhu drastis akibat perubahan iklim, semakin meningkatkan potensi bencana.
Tak hanya faktor alam, aktivitas manusia seperti deforestasi dan pembangunan tanpa perencanaan matang juga membuat wilayah-wilayah tertentu lebih rentan terhadap banjir maupun longsor. Menjelang akhir tahun, rangkaian bencana yang terjadi bersamaan seringkali menimbulkan dampak lebih besar karena tingginya mobilitas masyarakat.
Berikut sejumlah bencana alam yang tercatat terjadi di Indonesia pada penghujung tahun 2025:
1. Banjir Bandang di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh
Sejak November 2025, banjir bandang melanda beberapa wilayah Sumatra hingga Aceh. Genangan air yang tinggi menyebabkan akses warga terhadap pangan dan kebutuhan dasar terganggu. Hingga Rabu (10/12/2025) pukul 17.00 WIB, jumlah korban jiwa tercatat mencapai 969 orang, menunjukkan besarnya dampak bencana ini terhadap keselamatan masyarakat.
2. Erupsi Gunung Semeru
Gunung Semeru mengalami erupsi pada Rabu (19/11/2025) pukul 14.13 WIB, dengan status Level IV (Awas). Awan panas tercatat meluncur hingga 13 kilometer ke kawasan Besuk Kobokan. Sebanyak 1.156 warga terpaksa mengungsi demi keselamatan mereka.
3. Gempa Bumi di Nias Selatan
Gempa berkekuatan magnitudo 5,0 mengguncang Nias Selatan pada Selasa (2/12/2025) pukul 20.16 WIB. Getaran terasa hingga Sibolga, Humbang Hasundutan, dan Nias Barat, namun gempa ini tidak berpotensi tsunami. Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan di wilayah rawan gempa.
4. Tanah Longsor di Bandung
Hujan deras mengguyur wilayah Arjasari, Bandung, pada Jumat (5/12/2025) sekitar pukul 17.20 WIB, memicu tanah longsor di perbukitan RT 06 dan 07, RW 09, Kampung Condong, Desa Wargaluyu. Longsor menimbun rumah dan area perkebunan warga. Seorang warga bernama Herman membantu proses evakuasi tiga orang yang tertimbun material longsor.
Indonesia kembali diingatkan akan pentingnya mitigasi bencana, perencanaan tata ruang yang matang, dan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan agar risiko bencana dapat diminimalkan.
