12 Fenomena Langit Paling Menakjubkan Sepanjang 2026, dari Supermoon hingga Gerhana Matahari Total

Patrazone.com – Tahun 2026 akan menjadi momen istimewa bagi pecinta astronomi. Sepanjang tahun, langit di berbagai belahan dunia akan dihiasi beragam fenomena alam langka, mulai dari supermoon, hujan meteor, hingga gerhana Matahari total yang bersejarah.

Deretan peristiwa ini tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga menjadi pengingat betapa dinamis dan menakjubkannya alam semesta. Dirangkum dari National Geographic, berikut fenomena langit paling menarik yang patut dicatat sepanjang 2026.

1. Supermoon dan Jupiter Berdekatan (3 Januari)

Awal tahun dibuka dengan supermoon yang tampak lebih terang dan besar, berdekatan dengan planet Jupiter. Fenomena ini paling indah disaksikan saat bulan terbit menjelang matahari terbenam. Purnama Januari ini dikenal sebagai wolf moon.

2. Oposisi Jupiter (10 Januari)

Jupiter mencapai posisi oposisi, tampak paling terang dan besar dalam beberapa tahun terakhir. Planet raksasa ini terlihat sepanjang malam di rasi Gemini dan baru akan kembali sejelas ini pada 2027.

3. Parade Enam Planet (Akhir Februari)

Langit malam akan menampilkan penyelarasan enam planet. Venus, Merkurius, dan Saturnus terlihat rendah di barat, sementara Jupiter, Uranus, dan Neptunus menghiasi langit bagian lain.

4. Gerhana Bulan Total (3 Maret)

Fenomena blood moon akan terjadi saat Bulan sepenuhnya masuk bayangan Bumi. Bulan tampak merah tembaga dan dapat disaksikan di wilayah Amerika, Pasifik, Asia, hingga Oseania.

5. Ekuinoks Musim Semi dan Aurora (20 Maret)

Titik balik musim semi di belahan Bumi utara berpotensi menghadirkan aurora yang lebih aktif, terutama di wilayah seperti Alaska, berkat sisa puncak aktivitas Matahari.

6. Konjungsi Venus dan Jupiter (8–9 Juni)

Dua planet paling terang di langit malam ini akan tampak sangat berdekatan, hanya terpaut sekitar satu derajat. Pemandangan makin menarik dengan kehadiran Merkurius dan bulan sabit beberapa hari setelahnya.

7. Okultasi Pleiades oleh Bulan (7 Agustus)

Bulan sabit akan melintas di depan gugusan bintang Pleiades, seolah “menelan” bintang-bintang tersebut sebelum muncul kembali. Fenomena ini kerap dimanfaatkan astronom untuk pengukuran presisi.

8. Gerhana Matahari Total (12 Agustus)

Inilah puncak fenomena astronomi 2026. Gerhana Matahari total akan melintasi Greenland, Islandia, hingga Spanyol utara. Peristiwa ini menjadi gerhana Matahari total pertama yang terlihat di daratan Eropa sejak 1999.

9. Puncak Hujan Meteor Perseid (12–13 Agustus)

Dengan fase bulan baru, kondisi langit sangat ideal. Di lokasi gelap, pengamat bisa melihat hingga 90 meteor per jam, termasuk bola api terang.

10. Supermoon November (25 November)

Supermoon kembali muncul bertepatan dengan akhir musim gugur. Bulan purnama November dikenal sebagai beaver moon dan tampak paling indah saat terbit di cakrawala.

11. Supermoon Terdekat 2026 (23 Desember)

Supermoon terbesar dan terdekat tahun ini hadir jelang liburan akhir tahun. Jupiter dan Mars akan terlihat berdekatan dengan Bulan di langit malam.

12. Penyelarasan Planet Akhir Tahun (Akhir Desember)

Menutup 2026, lima planet akan tampak bersamaan di langit malam. Puncaknya terjadi pada 25–26 Desember saat Mars, Jupiter, dan bulan sabit membentuk garis diagonal yang indah.

Patrazone
Exit mobile version