Primbon Jawa: Menentukan Hari Baik Menanam Padi untuk Hasil Panen Optimal

Patrazone.com — Di tengah modernisasi pertanian, sebagian petani tradisional di Indonesia masih mempercayai primbon Jawa untuk menentukan hari baik menanam padi. Kepercayaan turun-temurun ini diyakini memengaruhi keberhasilan panen sekaligus menjadi bagian dari kearifan lokal yang terus dijaga.
Empat Golongan Hari dalam Primbon Jawa
Menurut primbon Jawa, hari-hari memiliki energi berbeda yang cocok untuk jenis tanaman tertentu:
- Oyod (akar) – Cocok untuk tanaman yang dipanen akarnya, seperti singkong atau ubi.
- Wit (batang/pohon) – Diperuntukkan bagi tanaman yang dimanfaatkan batang atau pohonnya.
- Godhong (daun) – Sesuai untuk tanaman yang dipanen daunnya, misalnya sayuran hijau.
- Woh (buah) – Hari paling baik untuk tanaman yang dipanen buah atau bijinya, termasuk padi.
Karena padi dipanen dari bulir atau bijinya, hari golongan woh dianggap paling cocok untuk menanam padi.
Cara Menghitung Hari Baik Menanam Padi
Langkah sederhana untuk menentukan hari baik:
- Ketahui neptu hari dan pasaran Jawa.
- Jumlahkan neptu hari dan pasaran.
- Bagi hasilnya dengan angka 4.
- Sisa pembagian menunjukkan golongan hari.
Contoh: Menanam padi pada Sabtu Pon dengan total neptu 16:
16 : 4 = 4 → Angka 4 menandakan golongan woh, sehingga Sabtu Pon dianggap hari baik untuk menanam padi.
Nilai Neptu Hari dan Pasaran Jawa:
- Hari: Minggu 5, Senin 4, Selasa 3, Rabu 7, Kamis 8, Jumat 6, Sabtu 9
- Pasaran: Kliwon 8, Legi 5, Pahing 9, Pon 7, Wage 4
Menurut Mbah Langit, hari terbaik menanam padi adalah Rabu Pahing, Kamis Kliwon, dan Sabtu Pon, karena jika dijumlahkan dan dibagi 4, hasilnya 4 → golongan woh (buah), yang dipercaya memberi keberkahan.
Manfaat Mengetahui Hari Baik
Bagi petani yang masih memegang kepercayaan ini, menentukan hari tanam memiliki sejumlah manfaat:
- Menyelaraskan diri dengan energi alam, yang diyakini memengaruhi pertumbuhan tanaman.
- Meningkatkan rasa keberuntungan, membantu mengurangi risiko gagal panen.
- Menambah keyakinan dan semangat bertani, sehingga lebih mantap memulai musim tanam.
- Melestarikan tradisi leluhur, menjaga pengetahuan lokal tetap hidup.
- Memperkuat solidaritas petani, karena penentuan hari sering dilakukan secara bersama-sama.
Meski begitu, para ahli menekankan bahwa primbon Jawa bukan satu-satunya faktor keberhasilan panen. Kondisi tanah, cuaca, kualitas benih, teknik tanam, dan perawatan tetap menjadi penentu utama produktivitas padi.
Dengan demikian, primbon Jawa menjadi ikhtiar tambahan yang berjalan berdampingan dengan ilmu pertanian modern, sesuai keyakinan masing-masing petani.



