KKN UIN Gus Dur Pekalongan Angkatan 63 Catatkan Sejarah: Lahirkan Kampung Reforma Agraria dan Program Ekoteologi Inovatif

Patrazone.com – Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan ke-63 Universitas Islam Negeri (UIN) KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Pekalongan mencatatkan capaian luar biasa. Mengusung tema KKN Tematik Ekoteologi dan Pertanahan, kegiatan ini disebut-sebut sebagai KKN paling inovatif sepanjang sejarah UIN Gus Dur.

“KKN angkatan ke-63 ini yang paling keren. Dari 63 angkatan, ini yang paling keren,” ujar Rektor UIN Gus Dur, Prof Dr Zaenal Mustaqim, saat penutupan dan ekspose hasil KKN di Student Center UIN Gus Dur Pekalongan, Kamis (18/12/2025).

KKN tahun ini diikuti 913 mahasiswa, terdiri dari 500 peserta KKN Ekoteologi Pertanahan dan 413 peserta KKN Ekoteologi. UIN Gus Dur juga ditunjuk sebagai pilot project nasional KKN Ekoteologi dan Pertanahan, hasil kerja sama dengan Kementerian ATR/BPN dan Kementerian Agama.

“UIN Gus Dur dipilih menjadi pilot project KKN Ekoteologi Pertanahan pertama di Indonesia,” kata Zaenal.

Mahasiswa KKN Ekoteologi Pertanahan diterjunkan di Kota dan Kabupaten Pekalongan, mencakup 23 kecamatan dengan 41 kelompok, sementara KKN Ekoteologi non-pertanahan dilaksanakan oleh 34 kelompok.

Salah satu capaian paling menonjol adalah lahirnya Kampung Reforma Agraria pertama di Kampung Bugisan, Kelurahan Panjang Wetan, Kecamatan Pekalongan Utara, yang digagas oleh Kelompok 40. Program ini akan segera diresmikan oleh Wakil Menteri ATR/BPN.

Kelompok 40 juga melaksanakan penanaman pohon, pengelolaan sampah organik menjadi maggot dengan metode black soldier fly, urban farming, kolam ikan, hingga pembangunan monumen Kampung Reforma Agraria.

Pengelolaan sampah menjadi program unggulan KKN Ekoteologi Pertanahan. Sampah non-organik diolah menjadi bank sampah, ecobricks, paving block, BBM suling, lilin, kerajinan, hingga pot dari pampers, sementara sampah organik diolah menjadi kompos, maggot, eko enzim, biopori, takakura, dan dekomposter. Zaenal menyoroti inovasi program sedekah sampah yang belum dimiliki banyak pihak.

Selain lingkungan, mahasiswa KKN juga mendampingi 62 UMKM memperoleh sertifikat halal melalui Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) UIN Gus Dur, sedangkan KKN Ekoteologi non-pertanahan membantu 150 UMKM.

Di bidang lingkungan, KKN Ekoteologi Pertanahan berhasil menanam 7.050 pohon, sementara KKN Ekoteologi menanam 450 pohon.

Zaenal menjelaskan, mahasiswa KKN juga membantu sertifikasi tanah wakaf. Dari sekitar 2.000 tanah wakaf, 270 bidang berhasil disertifikasi. Mahasiswa mendampingi masjid, yayasan pendidikan, dan lembaga keagamaan agar tanah wakaf menjadi produktif dan sah secara hukum.

“Ini bagian dari pengabdian masyarakat. KKN Ekoteologi menggabungkan ekologi dan teologi sehingga UIN berdampak nyata bagi masyarakat,” tandas Zaenal.

Program KKN ini akan terus dijalankan sebagai prioritas nasional, menjadikan mahasiswa sebagai agen perubahan yang berdampak pada lingkungan, ekonomi, dan sosial masyarakat.

Patrazone
Exit mobile version