Patrazone.com – Alphabet, perusahaan induk Google, tancap gas memperkuat fondasi energi untuk masa depan kecerdasan buatan. Raksasa teknologi asal Amerika Serikat itu mengumumkan rencana mengakuisisi pengembang energi bersih Intersect dengan nilai transaksi 4,75 miliar dollar AS atau sekitar Rp 79,6 triliun, Senin (22/12/2025).
Langkah ini ditempuh Alphabet untuk menjamin pasokan listrik skala besar bagi pusat data Google yang kian haus daya seiring pesatnya pengembangan artificial intelligence (AI).
Selain membayar tunai, Alphabet juga akan mengambil alih utang Intersect. Kesepakatan tersebut mencakup akuisisi proyek pembangkit energi dan data center Intersect yang saat ini masih dalam tahap pembangunan maupun pengembangan.
Energi Jadi Kunci Ekspansi AI
CEO Google dan Alphabet, Sundar Pichai, menegaskan bahwa akuisisi ini menjadi strategi penting dalam menopang ambisi Google di era AI.
“Intersect akan membantu kami memperluas kapasitas, bergerak lebih gesit dalam membangun pembangkit listrik baru seiring meningkatnya beban pusat data, serta menata ulang solusi energi untuk mendorong inovasi dan kepemimpinan Amerika Serikat,” ujar Pichai.
Intersect diperkirakan memiliki aset senilai 15 miliar dollar AS (sekitar Rp 251 triliun), baik yang sudah beroperasi maupun masih dalam tahap konstruksi.
Daya Setara 20 Kali Bendungan Hoover
Hingga 2028, proyek Intersect ditargetkan mampu beroperasi dengan kapasitas 10,8 gigawatt. Angka ini disebut lebih dari 20 kali lipat daya listrik Bendungan Hoover, salah satu pembangkit listrik terbesar di Amerika Serikat.
Namun, tidak semua aset Intersect ikut diakuisisi. Proyek di Texas dan sebagian pengembangan di California dikecualikan, sehingga Intersect tetap mempertahankan statusnya sebagai perusahaan independen.
Salah satu proyek yang tetap berdiri sendiri adalah Quantum, sistem penyimpanan energi bersih di Texas yang dibangun tepat di samping data center Google.
Rampung 2026, Operasional Tetap Terpisah
Transaksi akuisisi ini ditargetkan rampung pada paruh pertama 2026. Setelahnya, operasional Intersect tetap berjalan terpisah dari Alphabet, sambil terus mengeksplorasi teknologi energi baru guna mendiversifikasi pasokan listrik.
Intersect juga akan bekerja sama erat dengan tim infrastruktur teknis Google, termasuk di lokasi pembangkit listrik dan pusat data di Texas.
Hubungan Lama Alphabet dan Intersect
Akuisisi ini bukanlah kerja sama pertama. Pada Desember 2024, Alphabet tercatat sebagai salah satu investor dalam putaran pendanaan Intersect senilai lebih dari 800 juta dollar AS, bersama TPG Rise Climate.
Langkah ini sekaligus menambah daftar investasi Alphabet di sektor energi. Awal Desember 2025, Google Cloud juga menggandeng NextEra Energy untuk membangun pasokan energi terbarukan guna mendukung operasional Google di seluruh Amerika Serikat.
AI, Data Center, dan Energi Bersih
Akuisisi Intersect menegaskan satu hal: masa depan AI sangat bergantung pada energi. Dengan kebutuhan komputasi yang melonjak tajam, Google tak hanya berlomba mengembangkan model AI tercanggih, tetapi juga memastikan sumber daya listriknya berkelanjutan.
Di tengah persaingan ketat dengan raksasa teknologi lain, langkah Alphabet ini memperlihatkan bahwa energi bersih kini menjadi infrastruktur strategis dalam perang AI global.
