Di Tengah Gejolak Politik Venezuela, Mobil Buatan Indonesia Justru Laris Manis

Patrazone.com – Situasi politik Venezuela tengah memanas setelah serangan Amerika Serikat (AS) di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump. Namun, di tengah ketegangan geopolitik tersebut, mobil buatan Indonesia justru mencatatkan penjualan positif di pasar Venezuela.
Venezuela tercatat sebagai salah satu negara tujuan ekspor mobil Indonesia, khususnya untuk merek Toyota. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, ekspor kendaraan dari Tanah Air ke negara Amerika Latin itu menembus ribuan unit sepanjang 2025.
Toyota Yaris Cross dan Wigo Jadi Andalan Ekspor
Berdasarkan data Gaikindo, dua model Toyota produksi Indonesia paling diminati di Venezuela, yakni Toyota Yaris Cross dan Toyota Wigo (Agya).
Sepanjang Januari–November 2025, ekspor Toyota Yaris Cross tipe G ke Venezuela mencapai 1.008 unit. Model ini menggunakan mesin bensin non-hybrid 2NR-VE 1.5 liter, empat silinder DOHC Dual VVT-i.
Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga 106 hp dengan torsi maksimum 140 Nm. Konsumsi bahan bakarnya diklaim efisien, sekitar 4,8 liter per 100 km atau setara 20,8 km per liter, dengan kapasitas tangki bensin 42 liter.
Toyota Agya Dominasi Penjualan
Selain Yaris Cross, Toyota Wigo 1.2—yang di Indonesia dikenal sebagai Toyota Agya—menjadi tulang punggung ekspor ke Venezuela.
Sepanjang Januari hingga November 2025, Toyota mengekspor 4.869 unit Agya, baik versi manual maupun otomatis. Meski di dokumen ekspor tercatat sebagai Wigo, di pasar lokal Venezuela mobil ini dipasarkan dengan nama Agya.
Agya versi ekspor dibekali mesin WA-VE 1.2 liter, tiga silinder DOHC Dual VVT-i, dengan tenaga 87 hp dan torsi 113 Nm. Konsumsi bahan bakarnya diklaim mencapai 4,1 liter per 100 km atau sekitar 24,3 km per liter, menjadikannya menarik di tengah kondisi ekonomi yang menantang.
Gejolak Politik Tak Hentikan Operasi Penjualan
Di sisi lain, ketegangan politik memaksa Toyota mengambil langkah antisipatif. Mengutip Automotive World, Toyota menginstruksikan pegawai di Venezuela untuk bekerja dari rumah sementara waktu menyusul situasi keamanan pasca-serangan AS.
Toyota memastikan seluruh staf ekspatriat dan keluarganya dalam kondisi aman. Perusahaan juga menegaskan kebijakan kerja jarak jauh tersebut tidak berdampak langsung pada aktivitas penjualan, meskipun operasional di Venezuela selama ini telah dipengaruhi kondisi ekonomi dan sanksi internasional.
Bukti Daya Saing Industri Otomotif RI
Kinerja ekspor ini menjadi bukti bahwa industri otomotif Indonesia tetap kompetitif di pasar global, bahkan di tengah ketidakpastian geopolitik. Efisiensi mesin, harga yang kompetitif, serta keandalan produk menjadi faktor utama mobil buatan Indonesia tetap diminati. (Sumber : detik.com)



