Danantara Siapkan Dana US$6 Miliar, Presiden Prabowo Ingin BUMN Tekstil Baru

Patrazone.com — Rencana Presiden Prabowo Subianto membentuk BUMN baru khusus sektor tekstil mendapat tanggapan dari CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani. Meski dana sebesar US$6 miliar telah disiapkan untuk mendukung proyek ini, Rosan mengaku masih menimbang opsi terbaik sebelum memutuskan langkah investasi.
“Kami masih lihat opsi-opsinya,” kata Rosan kepada wartawan saat ditemui usai konferensi pers Capaian Realisasi Investasi Triwulan IV 2025, Kamis (15/1/2026).
Rosan menjelaskan, setiap keputusan investasi akan didasarkan pada studi kelayakan (feasibility study) dan penilaian menyeluruh dari berbagai sektor. “Danantara memiliki parameter yang harus dipenuhi, salah satunya kemampuan proyek menciptakan lapangan pekerjaan,” ujarnya.
Tekstil, Potensi Lapangan Kerja Besar
Mengenai sektor tekstil, Rosan tidak menutup kemungkinan dana Danantara digunakan untuk proyek yang tidak langsung memberikan imbal hasil, asalkan berdampak pada penciptaan lapangan kerja. “Tekstil salah satu sektor yang potensinya besar untuk menyerap tenaga kerja. Apalagi jika asetnya termasuk distressed asset, selama kami yakin bisa melakukan restrukturisasi secara maksimal,” jelas Rosan, yang juga menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi.
Pemerintah Bentuk BUMN Tekstil Baru
Langkah membentuk entitas pelat merah baru ini diungkap Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, usai rapat terbatas dengan Presiden Prabowo di Hambalang, Bogor, Minggu (11/1/2026). Menurut Airlangga, tujuan utama pembentukan BUMN baru adalah memperkuat struktur industri tekstil nasional yang tengah menghadapi tekanan tarif global dan persaingan ketat.
“Bapak Presiden mengingatkan kita pernah mempunyai BUMN tekstil dan ini akan dihidupkan kembali. Pendanaan US$6 miliar nanti akan disiapkan oleh Danantara,” ujar Airlangga usai menghadiri IBC Business Outlook 2026 di Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Menko Airlangga menegaskan, pemerintah tidak akan membangkitkan BUMN lama yang sudah tutup, tetapi membentuk perusahaan baru. Dana US$6 miliar ini nantinya akan dikelola Danantara dalam bentuk fund, untuk memberikan insentif dan pembiayaan bagi pengembangan sektor tekstil.



