Food & Travel

Lupakan Bandung dan Bogor, 7 Desa Wisata di Subang Ini Siap Jadi Destinasi Favorit Baru

Patrazone.com — Jika Bandung Raya dan Bogor Raya mulai terasa terlalu ramai, Kabupaten Subang layak masuk daftar tujuan liburan berikutnya. Daerah di Jawa Barat ini kini menghadirkan tujuh desa wisata baru yang menawarkan pengalaman autentik, alam yang asri, serta budaya lokal yang masih terjaga.

Pengembangan tujuh desa wisata tersebut merupakan hasil kolaborasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat bersama Pemerintah Kabupaten Subang. Ketujuh desa itu adalah Desa Sukasari, Situ Sari, Cisampih, Margasari, Rawalele, Jambelaer, dan Curug Agung, yang terakhir resmi diluncurkan pada Desember 2025.

Kepala Disparbud Jabar Iendra Sofyan mengatakan, pengembangan desa wisata ini tidak semata mengejar angka kunjungan, tetapi menekankan pariwisata berkelanjutan berbasis pemberdayaan masyarakat, pelestarian budaya, dan perlindungan alam.

Berikut tujuh desa wisata di Subang yang siap menjadi “katalog baru” bagi wisatawan:

1. Desa Sukasari

Desa Sukasari menyuguhkan suasana perkampungan Sunda yang tenang dan alami. Hamparan sawah, aktivitas pertanian, serta kehidupan warga yang guyub menjadi daya tarik utama. Wisatawan bisa ikut bertani, menikmati kuliner tradisional, hingga menyaksikan kesenian lokal.

Konsep homestay di rumah warga membuat pengalaman terasa hangat dan autentik. Aktivitas seperti bersepeda keliling desa, panen raya, hingga eksplorasi lumbung padi interaktif cocok untuk wisata keluarga dan edukasi.

2. Desa Situ Sari

Daya tarik utama Desa Situ Sari adalah Danau Cikadongdong yang tenang dan memesona. Desa ini juga memiliki Situs Megalitikum Gurudug serta kampung adat dengan rumah-rumah bambu yang khas.

Wisatawan dapat menikmati kegiatan santai seperti memancing, berkeliling danau, atau sekadar menikmati lanskap alam dan jejak sejarah masa lampau.

3. Desa Cisampih

Desa Cisampih mengusung konsep experience tourism, mengajak wisatawan terlibat langsung dalam aktivitas warga. Potensinya terintegrasi dengan kebun, situ, PLTA, serta jalur sepeda Cinangling.

Kawasan ini cocok untuk susur kebun, fun farming, camping, hingga bike park, sekaligus menawarkan edukasi tentang air, energi, dan pangan. Cisampih juga kuat sebagai destinasi agrowisata aktif dan sehat.

4. Desa Margasari

Margasari menyimpan kekayaan sejarah dan spiritual di tengah lanskap agraris. Di sini terdapat Situs Budaya Patenggeng, Taman Agro Cisampih, Ritual Ruatan Bumi, serta ziarah ke Makam Eyang Bahu Reksa.

Wisatawan juga diajak merasakan langsung budidaya ikan nila dan lele, sambil belajar tentang ekonomi berbasis alam dan pelestarian identitas lokal.

5. Desa Rawalele

Desa Rawalele memiliki hamparan kebun karet yang luas dan potensial untuk agrowisata. Wisatawan dapat menyaksikan proses penyadapan karet hingga pengolahan kerajinan berbahan dasar karet.

Desa ini juga mengembangkan kesenian lokal, serta memiliki destinasi pendukung seperti Bumi Perkemahan Cijuhung dan Pemancingan Saung Nyumput Citugu.

6. Desa Jambelaer

Jambelaer dikenal sebagai desa perkebunan dengan komoditas manggis, nanas, dan pisang. Wisatawan bisa melihat langsung proses pengolahan hasil kebun menjadi keripik, selai, minuman, dan jajanan khas desa.

Tak hanya itu, desa ini juga menawarkan river tubing di aliran sungai jernih yang menyegarkan dan memacu adrenalin.

7. Desa Curug Agung

Desa Curug Agung menghadirkan kombinasi wisata alam dan wellness. Daya tariknya meliputi pemandian air panas alami, kebun durian, curug, dan hutan kecil di sekitarnya.

Aktivitas seperti terapi air panas, trekking ringan menuju air terjun, hingga camping di tengah alam menjadikan Curug Agung berpotensi sebagai destinasi wisata petualangan yang tetap ramah lingkungan.

author avatar
Patrazone

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button