Patrazone.com — Munculnya gelembung saat buang air kecil sering dianggap sepele. Dalam banyak kasus, hal ini memang normal, terutama jika urine keluar dengan tekanan kuat atau dilakukan terlalu cepat. Biasanya, gelembung akan menghilang dalam hitungan detik.
Namun, kondisi berbeda terjadi pada urine berbusa. Teksturnya tampak lebih kental, berwarna putih, dan busanya bertahan lebih lama. Jika ini sering terjadi, urine berbusa bisa menjadi sinyal gangguan kesehatan, khususnya pada ginjal.
Apa Itu Urine Berbusa?
Urine berbusa umumnya menandakan adanya protein yang bocor ke dalam urine. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut proteinuria atau albuminuria. Ginjal yang sehat seharusnya menyaring protein agar tetap berada di dalam darah.
Penyebab Urine Berbusa
Berikut beberapa kondisi yang dapat memicu munculnya protein dalam urine:
1. Diabetes Tidak Terkontrol
Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat merusak sistem filtrasi ginjal. Akibatnya, protein lolos ke urine dan menimbulkan busa.
2. Tekanan Darah Tinggi
Hipertensi dapat merusak pembuluh darah ginjal dan mengganggu proses penyaringan. Pada ibu hamil, protein dalam urine juga bisa menjadi tanda preeklampsia.
3. Dehidrasi
Kurangnya cairan membuat urine lebih pekat. Jika urine berbusa disertai warna kuning gelap, tubuh kemungkinan sedang kekurangan cairan.
4. Lupus
Penyakit autoimun ini dapat menyerang ginjal dan menyebabkan peradangan, sehingga fungsi penyaringan terganggu dan protein masuk ke urine.
5. Infeksi Saluran Kemih (ISK)
Sekitar 80 persen penderita ISK dapat mengalami proteinuria sementara. Biasanya, kondisi ini membaik setelah infeksi sembuh.
6. Efek Obat-obatan
Beberapa obat, seperti antiinflamasi nonsteroid (NSAID), dapat mengganggu kemampuan ginjal menyerap kembali protein.
Kapan Harus ke Dokter?
Urine berbusa yang muncul sesekali belum tentu berbahaya. Namun, segera konsultasikan ke dokter jika kondisi ini sering terjadi atau disertai gejala lain, seperti:
- Sering buang air kecil
- Pembengkakan pada kaki, tangan, atau wajah
- Tekanan darah tinggi
- Ruam kulit
- Nafsu makan menurun
Gejala-gejala tersebut bisa menandakan gangguan fungsi ginjal yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
