Patrazone.com — Suasana Ramadan selalu membawa perubahan ritme. Waktu makan bergeser, jam tidur menyesuaikan, dan pola aktivitas ikut berubah. Di tengah adaptasi ini, ada satu hal yang sering terlewat: kecukupan protein harian.
Banyak orang memanfaatkan puasa untuk menurunkan berat badan. Memang, puasa bisa membuat berat bergerak turun. Tapi, jika asupan protein tidak tercukupi, yang hilang bukan hanya lemak, tapi juga massa otot—jaringan yang menjaga metabolisme tetap aktif. Dengan kata lain, tubuh memang “lebih ringan”, tapi energi dan kekuatan ikut berkurang.
Mengapa protein tetap penting selama puasa?
Protein adalah bahan utama pembentuk otot. Setiap hari, serabut otot mengalami pemecahan dan pembentukan ulang yang membutuhkan asam amino sebagai bahan baku. Selain itu, protein juga berperan membentuk enzim dan hormon, serta mendukung sistem imun melalui produksi antibodi. Kekurangan protein dapat menurunkan kekuatan otot dan daya tahan tubuh, terutama saat kalori terbatas.
Penelitian di jurnal Nutrients dan The American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan, kecukupan protein krusial untuk mempertahankan massa otot, khususnya saat tubuh dalam kondisi defisit kalori seperti puasa. Pasokan asam amino yang stabil diperlukan agar proses pembentukan protein otot tetap optimal.
Strategi praktis penuhi protein saat Ramadan:
- Pilih sumber protein berkualitas tinggi, seperti telur, ikan, ayam, tahu, tempe, dan kacang-kacangan.
- Bagi asupan protein secara merata antara sahur dan berbuka untuk mendukung sintesis otot.
- Tambahkan camilan kaya protein, misalnya yogurt atau susu, agar kebutuhan harian terpenuhi.
Dengan mengatur asupan protein secara tepat, puasa tetap aman bagi massa otot sekaligus mendukung metabolisme dan daya tahan tubuh. Jadi, jangan hanya fokus menurunkan berat badan, tapi juga jaga agar tubuh tetap kuat dan sehat selama Ramadan.
