Patrazone.com — Aktris Bunga Zainal angkat bicara soal sikap Inara Rusli yang kembali tampil di ruang publik untuk membahas persoalan pribadinya. Melalui sebuah video yang diunggah di akun TikTok @bunga23zainal, Bunga menilai pernyataan Inara dari waktu ke waktu terkesan tidak konsisten.
Menurut Bunga, setiap orang tentu berhak membela diri. Namun, pembelaan tersebut seharusnya disampaikan dengan sikap yang jelas dan tidak berbelit-belit agar tidak menimbulkan tafsir baru di mata publik.
“Dari cerita yang gue ikutin, dari awal sampai sekarang, kok ceritanya enggak konsisten,” ujar Bunga, dikutip Jumat (16/1).
Dinilai Ragu Saat Diminta Minta Maaf
Bunga juga menyinggung momen ketika Inara diminta menyampaikan pesan kepada istri sah dalam sebuah podcast. Menurutnya, kesempatan tersebut tidak dimanfaatkan dengan baik.
Ia menilai ekspresi Inara tampak ragu saat diminta menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
“Intinya dia merasa kalau dia enggak bersalah banget, tapi juga merasa bersalah. Dan mimik bibirnya itu kayak berat banget mau ngomong minta maaf,” kata Bunga.
Sikap tersebut, menurut Bunga, justru memunculkan persepsi negatif dari publik yang mengikuti kasus tersebut sejak awal.
Dinilai Tak Tegas dalam Menyampaikan Sikap
Dalam pernyataannya, Bunga juga secara terbuka menyebut Inara terkesan tidak tegas dalam menyampaikan sikap.
“Ini perasaan gue aja atau gimana ya, gue merasa dia memang sok cantik,” ucap Bunga.
Ia menilai sikap yang “setengah-setengah” membuat publik sulit menangkap adanya empati atau penyesalan yang tulus.
Pertanyakan Kehadiran di Berbagai Podcast
Bunga mengaku heran melihat Inara masih aktif hadir di berbagai podcast dan menceritakan persoalan tersebut secara panjang lebar.
“Gue tuh heran, masih bisa datang ke podcast, masih bisa cerita panjang lebar, tapi rasa penyesalannya itu ke mana?” sindirnya.
Menurut Bunga, dalam konflik yang menyangkut perasaan banyak pihak, terutama perempuan lain, empati jauh lebih penting dibanding pembelaan diri yang panjang.
“Kadang orang itu nggak butuh pembelaan panjang. Cukup bilang ‘maaf’ dengan tulus,” ujarnya.
Refleksi sebagai Sesama Perempuan
Bunga menegaskan bahwa kritik yang ia sampaikan merupakan bentuk refleksi sebagai sesama perempuan. Ia menilai persoalan tersebut tidak hanya berdampak pada pelaku, tetapi juga pada pihak lain, termasuk istri sah, Mardatina Mawa, yang turut merasakan dampaknya.
