Kalender Jawa Minggu Kliwon 18 Januari 2026: Karakter Mudah Tersinggung, Ini Makna Wuku Madhangkungan

Patrazone.com — Hari ini, Minggu (18/1/2026), bertepatan dengan pasaran Kliwon dalam penanggalan Jawa. Berdasarkan kalender Jawa, tanggal ini jatuh pada 29 Rejeb 1959, berada di Tahun Dal, Windu Sancaya, serta Wuku Madhangkungan.
Kombinasi hari dan pasaran ini dikenal sebagai weton Minggu Kliwon, yang diyakini memiliki karakter dan pengaruh tersendiri dalam tradisi Jawa.
Watak Weton Minggu Kliwon
Weton Minggu (Ahad) Kliwon memiliki neptu 13. Secara umum, pemilik weton ini dikenal sebagai pribadi yang sabar, lemah lembut, sopan, serta pandai merangkai kata dan menyimpan perasaan.
Namun, di balik sisi positif tersebut, terdapat karakter yang perlu diwaspadai. Mereka cenderung kukuh pada pendirian sendiri, meski belum tentu benar, dan dalam diskusi kadang ingin menang sendiri. Selain itu, pemilik weton ini juga dikenal mudah terkejut dan mudah tersinggung.
Pangarasan: Lakuning Lintang
Pangarasan Minggu Kliwon adalah Lakuning Lintang, yang bermakna mampu menjadi penunjuk arah dan teladan bagi orang lain. Sifat ini membuatnya kerap dihormati dan diikuti.
Meski demikian, karakter ini juga memiliki sisi kurang stabil, terutama dalam urusan pekerjaan, tempat tinggal, atau pilihan hidup, yang kadang mudah berubah.
Pancasuda: Lebu Katiyup Angin
Dalam Pancasuda, weton ini berada pada Lebu Katiyup Angin. Artinya, apa yang diinginkan sering sulit tercapai. Usaha yang dijalani bisa mengalami hambatan atau kegagalan jika tidak disertai keseriusan dan ketekunan ekstra.
Karena itu, pemilik weton Minggu Kliwon disarankan lebih fokus, sabar, dan tidak mudah menyerah dalam mengejar tujuan.
Makna Wuku Madhangkungan
Wuku Madhangkungan dilambangkan oleh Bathara Basuki. Wuku ini menggambarkan sosok yang pandai berbicara, banyak akal, dan mampu menerima keadaan dengan penuh rasa syukur.
Pohon plasa menjadi simbol wuku ini—indah dipandang, namun sulit ditiru ilmunya. Burung pelung melambangkan sifat yang tenang, tidak suka keramaian, dan gemar menyendiri. Setiap keputusan biasanya dipikirkan matang, tidak diambil secara tergesa-gesa.
Namun, digambarkan pula sifat seperti burung perkutut di puncak gunung: tampak berilmu dan berwibawa, tetapi di dalam hatinya kerap tersimpan keraguan.
Lambang buaya angurak menandakan sosok yang disegani. Bahayanya, jika terkena umpatan atau doa buruk orang lain, dampaknya bisa cukup besar. Dalam wuku ini, pantangan bepergian ke arah timur untuk urusan penting selama tujuh hari.
Makna Khusus Minggu Kliwon Wuku Madhangkungan
Dalam kepercayaan Jawa, Ahad Kliwon di Wuku Madhangkungan dianggap sebagai hari yang baik untuk menolak niat jahat. Pada hari ini, niat buruk seseorang diyakini akan sulit terwujud.
Selain itu, hari ini juga dipercaya baik untuk berburu binatang, sesuai dengan tradisi dan tafsir kalender Jawa.



