Waspada Virus Nipah dari India, Pakar Desak Skrining Ketat di Pintu Masuk Indonesia

Patrazone.com — Pemerintah Indonesia diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap pelaku perjalanan dari India menyusul kembali munculnya kasus infeksi virus Nipah, penyakit zoonotik berbahaya dengan tingkat kematian tinggi.

Permintaan itu disampaikan mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Prof Tjandra Yoga Aditama, yang menilai risiko masuknya virus ke Indonesia perlu diantisipasi sejak dini, terutama mengingat tingginya mobilitas warga India ke Tanah Air.

“Cukup banyak kunjungan warga India ke negara kita. Karena itu, perlu pengamatan khusus, setidaknya bagi mereka yang datang dari wilayah terdampak seperti Kalkuta dan negara bagian West Bengal,” kata Prof Tjandra dalam keterangan tertulis, Senin (26/1/2026).

Pantau Ketat Perkembangan Penularan Regional

Prof Tjandra menekankan, kewaspadaan tidak hanya difokuskan pada India, tetapi juga pada dinamika penularan di kawasan sekitar.

“Indonesia sebaiknya waspada dan mengikuti secara ketat perkembangan penularan, baik di India maupun di negara-negara tetangga,” ujarnya.

Kasus terbaru di India menunjukkan adanya penularan antarmanusia, kondisi yang secara signifikan meningkatkan risiko penyebaran lintas negara, termasuk ke Indonesia.

Perkuat Koordinasi Internasional

Selain penguatan skrining di pintu masuk negara, Prof Tjandra menilai koordinasi internasional menjadi kunci penting dalam menghadapi ancaman virus Nipah.

Ia mendorong penguatan kerja sama dengan WHO Asia Tenggara (SEARO) dan WHO Pasifik Barat (WPRO), serta optimalisasi peran ACPHEED (ASEAN Center for Public Health Emergencies and Emerging Diseases).

“Koordinasi dengan SEARO dan WPRO perlu ditingkatkan. Apalagi Indonesia memegang peran penting dalam deteksi dan asesmen risiko di ACPHEED,” jelasnya.

Deteksi Dini Jadi Kunci Pencegahan

Virus Nipah dikenal sebagai penyakit zoonotik berbahaya dengan tingkat kematian tinggi dan hingga kini belum memiliki vaksin maupun obat spesifik. Karena itu, Prof Tjandra menegaskan pentingnya pencegahan di tahap paling awal.

“Kewaspadaan di pintu masuk negara adalah kunci. Deteksi dini dan pengawasan ketat jauh lebih baik dibanding terlambat menangani ketika kasus sudah muncul di dalam negeri,” tegasnya.

Patrazone
Exit mobile version