Mobil

Insentif Berakhir, Harga Mobil Chery di Indonesia Naik hingga Rp 10 Juta

Patrazone.com — PT Chery Sales Indonesia (CSI) resmi melakukan penyesuaian harga mobil Chery di Indonesia memasuki tahun 2026. Kenaikan harga ini tidak hanya dipengaruhi oleh pergantian tahun, tetapi juga akibat berakhirnya insentif kendaraan, khususnya untuk mobil elektrifikasi.

Kepastian tersebut disampaikan Vice Country Director PT CSI, Budi Darmawan Jantania. Ia menyebut, model kendaraan listrik (EV) menjadi yang paling terdampak setelah pemerintah menghentikan insentif pada akhir 2025.

Harga ada penyesuaian dari 2025 ke 2026. Untuk EV, dampaknya paling terasa karena faktor insentif. Sementara ICE dan hybrid mengikuti pola sebelumnya. Kenaikannya di kisaran Rp 5–10 jutaan,” ujar Budi di Semarang, Jawa Tengah.

Penjualan Diprediksi Tetap Stabil

Meski harga naik, Budi optimistis penjualan mobil Chery di Indonesia tetap stabil. Menurutnya, penurunan penjualan di awal tahun lebih disebabkan sikap konsumen yang masih menunggu kepastian kebijakan insentif.

“Bukan batal beli, tapi menunda. Ini pola yang sama seperti tahun lalu. Januari biasanya rendah, Februari mulai naik,” kata Budi.

Ia menambahkan, kenaikan harga tidak hanya dialami Chery, melainkan hampir seluruh merek otomotif.

“Buat orang Indonesia, mobil itu sudah seperti kebutuhan primer. Kenaikan harga ini juga terjadi secara bersamaan,” ujarnya.

Tantangan Pasar Otomotif 2026

Budi mengakui, pasar otomotif Indonesia pada 2026 akan menghadapi tantangan besar, seiring kondisi ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil. Meski demikian, Chery tetap percaya diri dapat menjaga performa penjualan di tengah situasi tersebut.

Pemerintah Masih Kaji Insentif Otomotif

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan telah mengajukan usulan insentif dan stimulus sektor otomotif kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Menurut Agus, insentif otomotif penting untuk melindungi tenaga kerja sekaligus memperkuat industri manufaktur nasional.

“Program yang kami usulkan bertujuan melindungi tenaga kerja dan memperkuat industri otomotif, yang pada akhirnya berdampak pada perekonomian,” kata Agus.

Namun hingga kini, ketentuan final insentif otomotif 2026 belum diputuskan, membuat produsen dan konsumen masih bersikap menunggu.

author avatar
Patrazone

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button