Ramai Unggahan LinkedIn, Prilly Latuconsina Sampaikan Permohonan Maaf

Patrazone.com — Aktris Prilly Latuconsina akhirnya menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang muncul di media sosial akibat unggahannya di LinkedIn. Polemik bermula ketika Prilly mengaktifkan fitur Open to Work hingga mendapat puluhan ribu koneksi, yang kemudian dinilai sebagian warganet sebagai gimik.
Unggahan tersebut menuai kritik karena dianggap tidak berempati terhadap para pencari kerja yang tengah berjuang mendapatkan lapangan pekerjaan di tengah situasi yang sulit.
Menanggapi hal itu, Prilly menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram pribadinya.
“Aku paham situasi ini memunculkan banyak reaksi dan emosi. Aku juga mengerti kenapa sebagian dari kalian merasa marah, kecewa, atau tidak nyaman,” kata Prilly dalam video tersebut.
Akui Kesalahpahaman dan Minta Maaf
Perempuan berusia 29 tahun itu mengaku tidak bermaksud menyinggung atau meremehkan perjuangan para pencari kerja. Ia menyadari tindakannya telah menimbulkan kesalahpahaman di ruang publik.
“Pertama-tama, aku minta maaf dengan tulus kalau apa yang terjadi telah menimbulkan rasa tidak nyaman atau kesalahpahaman,” ujar pemain film Danur tersebut.
Prilly menegaskan bahwa unggahannya tidak pernah dimaksudkan untuk menyederhanakan realitas sulit yang dihadapi banyak orang dalam mencari pekerjaan.
“Aku sadar, posisiku dan pengalaman hidupku tidak sama dengan semua orang, dan aku mengerti kenapa hal ini bisa terasa menyakitkan bagi sebagian pihak,” ucapnya.
Terima Kritik dan Berkomitmen Lebih Berhati-hati
Prilly juga menyatakan menerima kritik dan masukan dari masyarakat sebagai bentuk evaluasi diri, terutama dalam berkomunikasi di ruang publik.
Ia berjanji akan lebih berhati-hati ke depannya dan tetap berkomitmen menjalankan kegiatan yang memberi dampak positif.
“Ke depannya, aku tetap berkomitmen untuk menjalankan dan melanjutkan kerja sama serta kegiatan yang memberikan dampak positif bagi banyak orang,” kata Prilly.
Permohonan maaf tersebut diharapkan dapat meredam polemik yang sempat berkembang di media sosial, sekaligus menjadi refleksi penting tentang sensitivitas publik figur dalam menyikapi isu ketenagakerjaan.



