Banjir di Pekalongan Kembali Meluas, 1.587 Warga Mengungsi

Patrazone.com — Banjir di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, kembali meningkat pada Kamis (5/2/2026) setelah hujan deras mengguyur wilayah ini lebih dari tujuh jam. Debit air naik signifikan, merendam permukiman warga di enam kecamatan.
Berdasarkan data Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pekalongan, wilayah terdampak meliputi Wiradesa, Tirto, Sragi, Siwalan, Wonokerto, dan Buaran, dengan ketinggian air 30 sentimeter hingga satu meter.
“Hingga Kamis sore, tercatat 1.587 jiwa dari 510 kepala keluarga mengungsi di 19 posko pengungsian. Data ini masih bersifat sementara dan bisa bertambah seiring naiknya debit air,” kata Bambang Sudjatmiko, pengurus PMI Kabupaten Pekalongan.
Evakuasi dan Bantuan Darurat Masih Berlangsung
Hujan deras sejak Rabu malam memicu kenaikan air terutama di daerah hilir dan pesisir. Beberapa akses jalan terdampak banjir dan perbaikan, sehingga distribusi logistik menjadi tersendat.
PMI dan relawan gabungan terus melakukan evakuasi, asesmen lapangan, pendirian posko, dapur umum, hingga rujukan pasien ke rumah sakit. Salah satu evakuasi dilakukan di Dukuh Tugurejo, Desa Pait, Kecamatan Siwalan, dengan 71 jiwa dievakuasi. Seorang lansia 67 tahun juga dirujuk ke RSUD Bendan karena membutuhkan perawatan medis.
Kebutuhan mendesak para pengungsi saat ini meliputi: selimut, perlengkapan mandi, popok bayi, air mineral, makanan ringan, obat-obatan gatal, dan kebutuhan pendukung lainnya.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak banjir. Bantuan sekecil apa pun sangat berarti,” ujar Bambang.
Status Tanggap Darurat Ditetapkan
Pemerintah Kabupaten Pekalongan telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor melalui SK Bupati Pekalongan Nomor 300.3/48/2026, berlaku sejak 27 Januari hingga 9 Februari 2026.



