Elon Musk Ubah Arah: SpaceX Kini Prioritaskan Bulan, Target Pendaratan 2027 dan Kota Mandiri

Setelah lama menggaungkan misi Mars, Elon Musk mengalihkan fokus SpaceX ke Bulan demi efisiensi waktu dan strategi jangka panjang menuju planet merah.
Patrazone.com — Ambisi Elon Musk untuk membawa manusia ke Mars kini memasuki babak baru. Pendiri SpaceX itu mengumumkan perubahan strategi: Bulan menjadi prioritas utama sebelum melangkah lebih jauh ke planet merah.
Langkah ini dinilai mengejutkan. Selama bertahun-tahun, Musk menempatkan Mars sebagai tujuan utama demi “menyelamatkan peradaban manusia” dari potensi bencana di Bumi. Bahkan setahun lalu, ia sempat menyebut misi ke Bulan sebagai pengalihan fokus.
Namun kini arah angin berubah.
Target 2027 dan Kota di Bulan
SpaceX menargetkan pendaratan tanpa awak di Bulan pada Maret 2027. Musk bahkan menyebut pembangunan kota mandiri di satelit alami Bumi itu bisa terwujud dalam waktu kurang dari satu dekade.
Dalam unggahannya di platform X saat perhelatan Super Bowl, Musk menegaskan misi jangka panjangnya tetap sama: memperluas kehidupan manusia ke luar Bumi.
“Misi SpaceX tetap sama, yaitu memperluas kehidupan manusia ke bintang-bintang,” tulisnya.
Ia menjelaskan, perjalanan ke Mars membutuhkan waktu tempuh sekitar enam bulan dan hanya bisa dilakukan setiap 26 bulan. Sebaliknya, misi ke Bulan dapat dilakukan setiap 10 hari dengan durasi perjalanan hanya beberapa hari.
Dari sisi logistik dan biaya, Bulan dinilai jauh lebih efisien sebagai pijakan awal.
Kontrak NASA dan Misi Artemis
SpaceX saat ini memegang kontrak senilai 4 miliar dollar AS dari NASA untuk mengembalikan astronot ke Bulan menggunakan roket Starship.
Misi tersebut merupakan bagian dari program Artemis III, yang dijadwalkan berlangsung pada 2028. Meski demikian, kesiapan Starship tepat waktu masih menjadi tanda tanya.
Starship sendiri memiliki keunggulan kapasitas muatan lebih dari 100 ton ke permukaan Bulan—jauh melampaui sistem transportasi awak yang lebih sederhana milik Blue Origin, perusahaan antariksa milik Jeff Bezos.
Ambisi AI dan Pusat Data di Bulan
Perubahan strategi ini juga berkaitan dengan ambisi Musk di bidang kecerdasan buatan. SpaceX disebut telah mengakuisisi perusahaan AI miliknya, xAI, dalam rencana merger bernilai fantastis.
Musk berencana membangun pusat data AI di permukaan Bulan. Tujuannya, memanfaatkan sumber daya energi luar angkasa untuk mengatasi keterbatasan energi di Bumi.
Rencana tersebut mencakup pengembangan “penggerak massa”, semacam ketapel elektromagnetik raksasa untuk meluncurkan satelit langsung dari Bulan, serta pembangunan kota mandiri sebagai batu loncatan menuju Mars.
Mars Belum Ditinggalkan
Meski fokus sementara dialihkan ke Bulan, Musk menegaskan Mars tetap menjadi tujuan akhir. SpaceX masih menargetkan misi awal ke planet merah dalam lima hingga tujuh tahun mendatang, dengan visi jangka panjang membangun koloni permanen.
Langkah ini menandai fase baru perlombaan antariksa swasta. Jika sebelumnya Mars menjadi simbol ambisi terbesar, kini Bulan tampil sebagai panggung strategis yang lebih realistis—sekaligus arena persaingan antara Musk dan Bezos.
Apakah Bulan akan menjadi “batu loncatan” menuju Mars, atau justru menjadi pusat peradaban baru manusia di luar Bumi?



