Apa Itu Tarhib Ramadan? Makna, Keutamaan, dan Contoh Amal Menyambut Ramadan 1447 H

Menjelang Ramadan 2026, umat Islam dianjurkan mempersiapkan diri lahir dan batin agar tak sekadar menjalani puasa sebagai rutinitas tahunan.
Patrazone.com — Ramadan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi kian dekat. Ucapan Marhaban ya Ramadan mulai ramai di media sosial. Di berbagai masjid dan komunitas, istilah tarhib Ramadan juga kerap terdengar.
Lantas, apa itu tarhib Ramadan? Mengapa ia dianggap penting sebelum memasuki bulan puasa?
Pengertian Tarhib Ramadan
Secara bahasa, tarhib berasal dari kata Arab تَرْحِيْبٌ yang bermakna menyambut dengan lapang dada, penuh kebahagiaan, dan penghormatan. Jika dikaitkan dengan Ramadan, tarhib berarti upaya menyambut dan mempersiapkan diri menghadapi bulan suci dengan kesiapan spiritual.
Dalam praktiknya, tarhib Ramadan bukan sekadar seremonial atau ucapan selamat datang. Ia adalah proses memantaskan diri agar dapat memaksimalkan ibadah selama Ramadan.
Ramadan menjadi istimewa karena hanya datang sekali dalam setahun. Dalam hadis riwayat Muhammad, disebutkan:
“Apabila bulan Ramadan tiba, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.” (HR Muslim)
Hadis ini menunjukkan suasana spiritual Ramadan begitu kondusif untuk beribadah. Tanpa persiapan, kesempatan emas itu bisa berlalu begitu saja.
Keutamaan Tarhib Ramadan
Tarhib Ramadan membantu seorang Muslim lebih siap secara ilmu, mental, dan fisik. Dengan kesiapan itu, peluang meraih pahala dan ampunan menjadi lebih besar.
Rasulullah SAW juga bersabda:
“Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka ia mendapat pahala seperti orang tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikit pun.” (HR at-Tirmidzi)
Bahkan, ada peringatan keras bagi yang lalai:
“Celaka orang yang berjumpa dengan Ramadan dan berakhir Ramadan, namun dia tidak mendapat ampunan.” (HR at-Tirmidzi)
Artinya, Ramadan adalah momentum perubahan. Tarhib menjadi langkah awal agar bulan suci tidak hanya dilewati, tetapi dihayati.
Contoh Amalan Tarhib Ramadan
Berikut beberapa amalan yang bisa dilakukan sebelum Ramadan tiba:
1. Melunasi Utang Puasa
Utang puasa Ramadan sebelumnya wajib ditunaikan. Bulan Syaban menjadi kesempatan terakhir untuk mengqadha puasa sebelum masuk Ramadan berikutnya.
Dalam riwayat disebutkan, Aisyah RA mengqadha puasa di bulan Syaban karena kesibukan bersama Rasulullah SAW (HR Bukhari dan Muslim).
2. Mempelajari Fikih Ramadan
Ramadan memiliki ibadah khusus seperti tarawih, i’tikaf, zakat fitrah, dan berbagai sunnah lainnya. Memahami tata cara dan hukumnya membantu ibadah menjadi lebih sah dan sempurna.
Kajian di masjid, kelas daring, maupun membaca buku ulama dapat menjadi pilihan.
3. Menyiapkan Fisik dan Mental
Puasa bukan hanya ujian spiritual, tetapi juga fisik. Olahraga ringan, pola makan sehat, dan manajemen waktu tidur dapat membantu tubuh beradaptasi.
Secara mental, memperbanyak tilawah Al-Qur’an, dzikir, dan ibadah sunnah akan melatih konsistensi sebelum memasuki Ramadan.
4. Menyebarkan Kabar Gembira Ramadan
Menyampaikan kabar datangnya Ramadan termasuk bagian dari tarhib. Dalam hadis riwayat Ahmad dan an-Nasa’i disebutkan:
“Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa di dalamnya…”
Hadis ini menunjukkan bahwa menyambut Ramadan dengan kegembiraan adalah hal yang dianjurkan.
Kapan Tarhib Ramadan Dilakukan?
Idealnya, tarhib dilakukan sejak awal bulan Syaban. Namun, praktiknya biasanya mulai ramai satu hingga dua pekan sebelum Ramadan, termasuk menjelang pengumuman resmi pemerintah melalui sidang isbat.
Semakin awal persiapan dilakukan, semakin matang kesiapan menyambut Ramadan.



