Dunia

Jorge Lorenzo Siap Bangkitkan Mental “Pembunuh” Maverick Vinales di MotoGP 2026

Legenda tiga kali juara dunia itu prihatin melihat penurunan performa Vinales dan ingin mengembalikan insting juaranya bersama Red Bull Tech3 KTM.

Patrazone.com — Legenda MotoGP, Jorge Lorenzo, mengambil peran baru musim ini. Ia resmi menjadi pelatih performa Maverick Vinales di tim Red Bull Tech3 KTM untuk MotoGP 2026.

Langkah itu bukan sekadar kolaborasi biasa. Lorenzo mengaku prihatin melihat performa Vinales yang dinilai belum mencerminkan bakat besarnya. Ia ingin mengembalikan mental “pembunuh” yang dulu melekat pada sosok berjuluk Top Gun tersebut.


Karier Panjang, Prestasi Tak Konsisten

Vinales menjalani debut MotoGP pada 2015 dan kini memasuki musim ke-12 di kelas tertinggi. Namun, dalam rentang lebih dari satu dekade, mantan pebalap Yamaha dan Aprilia itu baru mengoleksi 10 kemenangan balapan.

Musim lalu bersama Tech3, Vinales bahkan gagal meraih podium. Hasil terbaiknya hanya finis kelima di seri Belanda. Catatan itu menjadi alarm bagi rider berusia 31 tahun tersebut.

Lorenzo, yang tiga kali juara dunia bersama Yamaha, mengenal reputasi Vinales sejak kecil. Ia menyebut Vinales dulu dikenal sebagai pebalap yang sangat kompetitif dan tak suka kalah.


“Dia Dulu Benci Kalah”

Menurut Lorenzo, dalam lima hingga enam tahun terakhir, Vinales seperti kehilangan dorongan kuat untuk menang.

“Saya mendengar tentang Maverick sejak dia berusia delapan tahun. Semua orang bilang saat kecil dia adalah pembunuh di lintasan dan sangat membenci kekalahan,” ujar Lorenzo, dikutip dari Crash.

Ia menilai perubahan fase hidup, termasuk menjadi ayah, sempat menggeser fokus Vinales. Namun kini, Lorenzo melihat motivasi itu kembali menyala.

“Dia sadar dua atau tiga tahun ke depan mungkin menjadi kesempatan terakhirnya. Dia ingin memberikan lebih dari 100 persen agar bisa damai dengan dirinya sendiri,” kata Lorenzo.


Misi Kebangkitan di MotoGP 2026

Peran Lorenzo bukan hanya memberi masukan teknis, tetapi juga membangun kembali mentalitas juara. Di level MotoGP, kecepatan saja tidak cukup—ketangguhan psikologis sering menjadi pembeda.

Bagi Vinales, musim 2026 bisa menjadi titik balik. Bersama Tech3 KTM dan bimbingan Lorenzo, ia diharapkan kembali menemukan insting agresif yang dulu membuatnya ditakuti.

MotoGP bukan sekadar soal mesin dan strategi. Di atas segalanya, ini adalah pertarungan mental. Dan Lorenzo yakin, “Top Gun” belum habis.

author avatar
Patrazone

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button