Indonesia

All England 2026: Fajar/Fikri Dibidik Juara, Persiapan Panjang Jadi Modal Utama

Lima ganda putra diturunkan, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri jadi tumpuan Indonesia di turnamen bulu tangkis tertua dunia.

Patrazone.com — Indonesia memasang target tinggi di All England 2026. Sektor ganda putra diharapkan kembali membawa pulang gelar, dengan pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri sebagai ujung tombak.

Turnamen bulu tangkis tertua di dunia itu akan berlangsung pada 3–8 Maret mendatang. Indonesia menurunkan lima wakil ganda putra, yakni Fajar/Fikri, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, Rahmat Hidayat/Muhammad Rian Ardianto, serta pasangan non-Pelatnas Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani.

Di atas kertas, Fajar/Fikri menjadi pasangan dengan modal paling komplet: pengalaman, jam terbang, dan waktu persiapan yang lebih panjang.


Persiapan Lebih Matang

Pelatih ganda putra Indonesia, Antonius Budi Ariantho, menilai faktor persiapan menjadi pembeda utama.

“Dengan persiapan ini baik, karena mereka punya waktu beberapa bulan untuk mempersiapkan diri ke All England,” ujar Anton di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur.

Berbeda dengan pasangan muda seperti Raymond/Joaquin yang hanya memiliki waktu sekitar dua pekan setelah rangkaian turnamen, Fajar/Fikri dapat fokus penuh membangun kondisi fisik, taktik, dan mental tanding.

Dalam turnamen sekelas All England, detail kecil sering menjadi penentu. Waktu persiapan yang panjang memberi ruang evaluasi dan pematangan strategi.


Amunisi Lengkap di Ganda Putra

Meski Fajar/Fikri menjadi andalan, sektor ini tak kekurangan alternatif. Leo/Bagas datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menjuarai Thailand Masters bulan lalu.

Regenerasi juga mulai terlihat lewat kemunculan Raymond/Joaquin yang menunjukkan tren positif. Namun, tim pelatih memilih realistis. Target juara tidak ingin dibebankan terlalu cepat kepada pasangan muda.

Persaingan ganda putra dunia saat ini sangat merata. Hampir setiap turnamen menghadirkan juara berbeda. Karena itu, konsistensi dan kesiapan mental menjadi kunci.

“Kita berharap semua mau juara. Tapi yang terpenting, persiapan maksimal dan siap tanding,” kata Anton.


Momentum Rebut Gelar

Indonesia terakhir kali meraih gelar ganda putra di All England pada 2024. Dengan komposisi skuad yang ada, peluang kembali terbuka.

Fajar/Fikri kini memikul ekspektasi besar. Persiapan panjang yang mereka jalani diharapkan menjadi modal untuk bersaing di level elite dan menuntaskan target juara.

All England bukan sekadar turnamen. Ia adalah panggung prestise. Dan bagi Indonesia, Maret nanti bisa menjadi momentum untuk kembali menegaskan dominasi di sektor ganda putra.

author avatar
Patrazone

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button