Relationship

PKK Perkuat Peran Keluarga dalam Pencegahan Stunting, Target 1 Juta Keluarga Terjaga Kesehatannya

Patrazone.com — Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang, Faelasufa S.IP MPP, menegaskan bahwa PKK memiliki peran vital dalam mendampingi keluarga untuk mempersiapkan kehidupan berkeluarga yang sehat. Menurutnya, stunting tidak hanya dipengaruhi faktor kesehatan, tetapi juga terkait perencanaan keluarga dan pemahaman gizi masyarakat.

“PKK adalah salah satu konsultan pendamping keluarga yang ada di seluruh Indonesia. Di dalam tim pendamping ada bidan, PKK, dan berbagai pihak lain yang mendampingi keluarga agar siap menjalani kehidupan berkeluarga sehat. Stunting sering terjadi karena perencanaan keluarga yang kurang matang, misalnya kehamilan pada kondisi mental yang belum siap atau pengetahuan gizi yang minim,” ujar Faelasufa dalam konferensi pers Nestlé Indonesia di Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2026).

Edukasi Gizi dan Pola Asuh Sehat

Menurut Faelasufa, edukasi gizi dan pola asuh sehat menjadi fokus utama dalam pencegahan stunting. Para kader PKK bertugas memastikan keluarga memahami pentingnya pemenuhan gizi anak, perencanaan kehamilan yang baik, serta pola pengasuhan yang tepat.

“Para kader PKK memberikan edukasi dan pendampingan agar keluarga memahami gizi anak, perencanaan kehamilan, dan pola asuh yang sehat. Dengan pendampingan ini, risiko stunting dapat dicegah sejak awal,” tambahnya.

Kerja Sama Multipihak Perkuat Program

Faelasufa menilai kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta, dapat memperkuat program pencegahan stunting. Program pendampingan gizi yang dilakukan terbukti membantu pertumbuhan anak dan menurunkan risiko stunting di keluarga sasaran.

“Dari ratusan anak yang mendapatkan pendampingan, hasilnya menunjukkan peningkatan status gizi dan tidak berkembang menjadi stunting. Ini membuktikan intervensi gizi dan pendampingan keluarga berdampak langsung pada kesehatan anak,” jelasnya.

Fokus pada Keluarga Berisiko

Meski angka stunting nasional menurun, kemunculan kasus baru masih menjadi tantangan. Data menunjukkan 30–40 persen penyumbang angka stunting berasal dari keluarga kurang mampu yang kesulitan mengakses makanan bergizi dan layanan kesehatan.

Program pendampingan difokuskan pada keluarga berisiko, seperti yang memiliki anak terlalu banyak, jarak kehamilan terlalu dekat, atau usia ibu terlalu muda atau tua saat melahirkan. Kondisi tersebut meningkatkan risiko kesehatan ibu dan anak.

“Risiko stunting meningkat pada keluarga yang memiliki anak banyak, jarak kelahiran dekat, atau ibu melahirkan di usia terlalu muda maupun tua. Penggunaan KB modern sangat penting untuk membantu perencanaan keluarga dan mencegah risiko kesehatan,” ujarnya.

Target Jangkau 1 Juta Keluarga

Program pendampingan keluarga ini ditargetkan menjangkau hingga 1 juta keluarga di seluruh Indonesia. Dengan strategi ini, pemerintah dan PKK berharap dapat mencegah kasus stunting baru sekaligus memperkuat kualitas kesehatan ibu dan anak di tanah air.

author avatar
Patrazone

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button