Inter Tertahan, Kolarov Bicara Jujur: Kurang Tajam di Saat Penentuan Gelar

Patrazone.com — Malam yang seharusnya menjadi langkah pasti menuju gelar justru menyisakan rasa belum tuntas bagi Inter Milan. Bermain di kandang sendiri, Nerazzurri harus puas dengan hasil imbang 1-1 melawan Fiorentina, dalam laga yang berlangsung Senin dini hari WIB.

Di atas kertas, Inter masih memimpin. Namun di lapangan, ada cerita lain: peluang yang tak maksimal, ritme yang menurun, dan kelelahan yang mulai terasa di fase krusial musim.

Asisten pelatih Aleksandar Kolarov, yang memimpin tim menggantikan Cristian Chivu karena skorsing, tak menutupinya.

“Kami sedikit kurang dalam ketajaman,” ujar Kolarov, jujur.

Kalimat itu sederhana, tetapi mencerminkan situasi yang dihadapi Inter saat ini.

Sempat unggul lebih dulu lewat gol Pio Esposito, Inter sebenarnya berada di jalur yang tepat untuk mengamankan tiga poin. Stadion hampir bersiap merayakan kemenangan penting.

Namun, di penghujung laga, Cher Ndour membuyarkan semuanya. Gol penyeimbang Fiorentina seolah menjadi pengingat bahwa dalam perburuan gelar, satu momen lengah bisa mengubah segalanya.

Kolarov menilai, faktor kelelahan menjadi salah satu penyebab performa tim tak maksimal. Jadwal padat, tekanan tinggi, dan tuntutan konsistensi mulai menguji kedalaman skuad.

“Mungkin kami juga kelelahan karena banyak pertandingan,” katanya.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa situasi masih berada dalam kendali Inter.

Dengan keunggulan enam poin di puncak klasemen atas rival terdekat, AC Milan, peluang juara tetap terbuka lebar. Inter kini mengoleksi 69 poin dari 30 pertandingan—angka yang masih memberi ruang aman, setidaknya untuk sementara.

“Kami tidak memainkan pertandingan terbaik, tapi semuanya masih ada di tangan kami,” tegas Kolarov.

Di tengah tekanan itu, jeda internasional datang seperti napas panjang yang sangat dibutuhkan.

Para pemain akan kembali ke tim nasional masing-masing, membawa harapan sekaligus risiko. Bagi pelatih, periode ini sering menjadi dilema—antara menjaga kebugaran pemain dan kekhawatiran cedera.

Kolarov pun berharap jeda ini dimanfaatkan dengan bijak.

“Yang terpenting, para pemain tetap sehat saat membela tim nasional dan kembali dalam kondisi terbaik,” ujarnya.

Setelah jeda, Inter akan kembali menghadapi ujian berat melawan AS Roma pada 5 April di San Siro. Laga itu berpotensi menjadi titik penting dalam menentukan arah perebutan gelar.

Di fase ini, setiap pertandingan terasa seperti final.

Bagi Inter, hasil imbang melawan Fiorentina mungkin bukan kegagalan besar. Namun, ia menjadi sinyal peringatan: bahwa dominasi di klasemen tidak selalu sejalan dengan performa di lapangan.

Musim belum selesai. Jalan menuju gelar masih panjang.

Dan di tengah segala tekanan, satu hal menjadi kunci—ketajaman yang harus kembali ditemukan, sebelum kesempatan itu benar-benar hilang.

Patrazone
Exit mobile version