Women

Kebiasaan Minum Es Teh Setelah Makan, Segar tapi Bisa Ganggu Penyerapan Zat Besi

Patrazone.com — Minum es teh setelah makan sudah menjadi kebiasaan banyak orang Indonesia. Rasanya yang segar kerap dianggap mampu “membersihkan” mulut usai menyantap makanan berat. Tak heran, kebiasaan ini sering dibela warganet.

“Es teh itu kenikmatan hakiki,” tulis seorang pengguna TikTok.
“Ya Allah, es teh emang seenak itu,” timpal yang lain.

Namun, di balik sensasi segarnya, kebiasaan minum es teh setelah makan ternyata perlu diwaspadai, terutama bagi orang dengan kebutuhan gizi tertentu.

Spesialis gizi klinik RS St Carolus Salemba, Dr dr Yohannessa Wulandari, MGizi, SpGK, mengingatkan bahwa teh dapat memengaruhi penyerapan mineral penting dalam tubuh.

Teh Bisa Menghambat Penyerapan Zat Besi

Menurut dr Yohannessa, teh mengandung tanin dan polifenol yang dapat mengikat zat besi non-heme, yaitu zat besi yang berasal dari sumber nabati atau campuran makanan sehari-hari.

“Kalau teh itu memang bisa menghambat penyerapan mineral, salah satunya zat besi,” ujar dr Yohannessa kepada detikcom, Kamis (18/12/2025).

Karena itu, minum teh—termasuk es teh—tidak disarankan dikonsumsi bersamaan atau sesaat setelah makan, terutama bila menu makanan kaya zat besi.

“Misalnya makan ayam, bakso, atau makanan yang memang dibutuhkan untuk memenuhi zat besi, sebaiknya tidak langsung disertai teh,” jelasnya.

Kebiasaan ini, bila dilakukan terus-menerus, berpotensi meningkatkan risiko anemia defisiensi besi, terutama pada perempuan, remaja, dan orang dengan kebutuhan zat besi tinggi.

Masalah Lain: Gula Berlebih dalam Es Teh Manis

Selain kandungan teh itu sendiri, dr Yohannessa juga menyoroti gula tambahan dalam es teh manis. Menurutnya, ini menjadi persoalan tersendiri di tengah anjuran untuk membatasi konsumsi gula harian.

“Kalau tehnya manis, otomatis kita menambah asupan gula. Padahal kita sudah sepakat bahwa gula tambahan sebaiknya dikurangi,” ujarnya.

Konsumsi gula berlebih dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan gangguan metabolik lainnya jika dilakukan secara rutin.

Dampak Perbedaan Suhu pada Mulut dan Tenggorokan

Aspek lain yang kerap luput diperhatikan adalah perbedaan suhu ekstrem antara makanan panas dan minuman dingin.

“Ketika mulut dan tenggorokan masih panas, lalu langsung diberi minuman yang sangat dingin, sel-sel di area tersebut membutuhkan waktu untuk beradaptasi,” kata dr Yohannessa.

Meski tidak selalu berbahaya, kondisi ini bisa memicu rasa tidak nyaman pada sebagian orang, terutama yang memiliki masalah tenggorokan atau gigi sensitif.

Minuman yang Lebih Disarankan Setelah Makan

Sebagai alternatif, dr Yohannessa menyarankan untuk mengonsumsi air putih bersuhu normal setelah makan.

“Kalau mau minum setelah makan, justru yang disarankan air putih dengan suhu biasa,” pungkasnya.

Kebiasaan sederhana ini dinilai lebih aman bagi pencernaan, penyerapan nutrisi, serta kesehatan mulut dan tenggorokan.

author avatar
Patrazone

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button