Makro

China Rem Produksi Baja hingga 2030, Targetkan Emisi Turun dan Atasi Kelebihan Pasokan

Patrazone.com – China menegaskan komitmennya untuk terus mengendalikan produksi baja mentah hingga 2030, sekaligus melarang penambahan kapasitas baru ilegal dalam lima tahun ke depan. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Negeri Tirai Bambu untuk menekan emisi karbon dan meredam persoalan kelebihan pasokan baja.

Sebagai produsen dan konsumen baja terbesar dunia, China sejak 2021 telah menghentikan pertumbuhan produksi baja mentah. Langkah tersebut kini diperkuat seiring melemahnya permintaan domestik, terutama akibat perlambatan berkepanjangan di sektor properti.


Produksi Baja China Terendah dalam Enam Tahun

Berdasarkan data terbaru, sepanjang 11 bulan pertama 2025, produksi baja mentah China turun 4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dengan tren tersebut, total produksi sepanjang 2025 diperkirakan tidak mencapai 1 miliar ton.

Angka ini menjadi produksi tahunan terendah dalam enam tahun terakhir, menandai perubahan signifikan dalam arah kebijakan industri berat China.


Pemerintah Dorong โ€œSeleksi Alamโ€ Industri Baja

Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional China (NDRC) menyebut industri bahan baku, termasuk baja, tengah menghadapi ketidakseimbangan serius antara pasokan dan permintaan.

Dalam pernyataan resminya, NDRC menegaskan perlunya reformasi struktural selama periode Rencana Lima Tahun ke-15 (2026โ€“2030).

โ€œIndustri bahan baku perlu memperdalam reformasi sisi penawaran dengan mendorong mekanisme survival of the fittest,โ€ ujar NDRC, dikutip dari Reuters, Jumat (26/12/2025).

Artinya, hanya produsen yang efisien, ramah lingkungan, dan berdaya saing tinggi yang akan bertahan.


Ekspor Baja Menguat, Proteksionisme Mengintai

Di tengah penurunan permintaan dalam negeri, ekspor baja China sejak 2023 tercatat cukup kuat, membantu menahan tekanan di industri. Namun, lonjakan ekspor tersebut memicu reaksi proteksionis dari sejumlah negara.

Banyak pemerintah menilai baja murah asal China merugikan produsen lokal, sehingga menerapkan hambatan perdagangan dan kebijakan antidumping.

Merespons situasi tersebut, Beijing pada 12 Desember 2025 mengumumkan rencana penerapan sistem perizinan ekspor mulai 2026, yang akan mengatur sekitar 300 jenis produk terkait baja.


Arah Baru Industri Baja China

Kebijakan pembatasan produksi hingga 2030 menegaskan perubahan fokus China: dari ekspansi agresif menuju efisiensi, keberlanjutan, dan pengendalian emisi. Langkah ini tidak hanya berdampak pada pasar domestik, tetapi juga berpotensi mengubah peta perdagangan baja global dalam beberapa tahun ke depan.

author avatar
Patrazone

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button