Properti

Roadmap 3 Juta Rumah 2026, Pemerintah Prioritaskan Rusun Subsidi untuk MBR

Patrazone.com — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait (Ara), menegaskan arah pembangunan program 3 juta rumah sepanjang 2026. Tahun ini, pemerintah akan menitikberatkan pada hunian vertikal atau rumah susun (rusun) subsidi, guna mempercepat suplai perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

“Tahun ini prioritas kami adalah membangun rumah susun subsidi,” ujar Ara saat ditemui di Kantor KPK, Rabu (21/1/2026).

Menurut Ara, fokus pada rusun subsidi bertujuan menyeimbangkan penjualan rumah tapak subsidi yang sudah memiliki pasar besar. Selain itu, strategi ini juga untuk mengatasi keterbatasan lahan di perkotaan.

Tahap pertama pembangunan rusun subsidi akan dilakukan bersama Lippo Group di Meikarta, Cikarang. Ara menegaskan bahwa proyek ini ditujukan bagi rakyat, khususnya MBR, agar mereka memiliki hunian layak.

“Ini untuk konsumen, yaitu rakyat. Rakyat itu artinya MBR yang harus kita berikan kesempatan tinggal di rumah layak, supaya negara hadir menyiapkan perumahan,” tambah Ara.

Selain Meikarta, pemerintah juga berencana membangun rusun di eks kompleks rumah dinas anggota DPR RI, Kalibata, Jakarta Selatan.

Anggota Satgas Perumahan, Panangian Simanungkalit, menjelaskan strategi ini bagian dari target 3 juta rumah. 1 juta rumah akan dibangun di perkotaan, sedangkan 2 juta rumah lainnya direalisasikan melalui renovasi.

“Ide kita bukan semua 3 juta rumah dibangun baru. Renovasi 2 juta rumah lebih penting, khususnya di perdesaan. Sementara 1 juta rumah di kota akan didukung lewat pembangunan rusun,” jelas Panangian saat Media Briefing, Selasa (13/1/2026).

Langkah ini menunjukkan pemerintah berfokus pada ketersediaan hunian layak di perkotaan sekaligus meningkatkan kualitas rumah di perdesaan, dengan strategi kombinasi pembangunan baru dan renovasi.

author avatar
Patrazone

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button