Nasional

Dana BGN Belum Cair, Sejumlah Dapur Makan Bergizi Gratis di Pekalongan Terhenti Sementara

Patrazone.com — Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Pekalongan terpaksa menghentikan operasional sementara. Penyebabnya, dana program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum juga dicairkan akibat perubahan sistem anggaran tahun 2026.

Salah satu yang terdampak adalah SPPG Kulu Raya di Kecamatan Karanganyar. Dapur MBG yang dikelola Yayasan Cahaya Inspirasi Dunia itu mulai berhenti beroperasi sejak Rabu (4/2/2026).

“Mulai hari ini kami belum bisa masak atau mengirim MBG ke sekolah-sekolah. Proses pencairan dari BGN mengalami perubahan sistem, sehingga kami harus menyesuaikan,” ujar Ketua Yayasan Cahaya Inspirasi Dunia, Sutriyanto, seperti dikutip detik.com.

Skema Anggaran Berubah, Dana Talangan Tak Lagi Bisa

Sutriyanto menjelaskan, pada tahun sebelumnya pihak yayasan masih diperbolehkan memberikan dana talangan ketika pencairan terlambat. Namun, kebijakan tersebut tidak lagi berlaku pada 2026.

“Kalau tahun 2025 ada keterlambatan, yayasan masih bisa menalangi. Bahkan saya pribadi kadang ikut menalangi. Sekarang tidak boleh. Operasional hanya bisa berjalan sesuai uang kas yang ada. Kalau habis, ya harus setop,” katanya.

Perubahan skema pengajuan anggaran turut memengaruhi proses pencairan. Jika sebelumnya proposal diajukan bulanan dan pencairan dilakukan per dua pekan, kini proposal diajukan sekaligus untuk satu tahun anggaran.

“Awal tahun kami ajukan untuk kebutuhan satu tahun penuh. Prosesnya memang butuh waktu,” ucap Sutriyanto.

Dapur Berhenti, Bahan Makanan Dibagikan Gratis

Selama ini, dapur MBG menerapkan sistem belanja bahan makanan harian sehingga tidak menyisakan stok saat operasional berhenti. Namun, pada Rabu pagi sempat terjadi miskomunikasi dengan pemasok.

“Ada tahu yang telanjur dikirim. Akhirnya kami terima dan langsung dibagikan gratis ke warga sekitar,” jelasnya.

Secara finansial, Sutriyanto menyebut kondisi ini tidak menimbulkan kerugian besar, tetapi berdampak pada pemasukan yayasan dan kesejahteraan pekerja dapur.

“Bukan rugi, tapi laba berkurang. Uang sewa dapur tidak masuk ke yayasan, dan upah harian karyawan otomatis berhenti. Mereka tidak mendapat insentif selama dapur tutup,” katanya.

Satu dapur SPPG biasanya melayani sekitar 3.290 porsi MBG per hari untuk 13 sekolah. Total ada tiga SPPG di bawah yayasan tersebut, dan seluruhnya kini berhenti beroperasi.

“Dan ini bukan hanya terjadi di sini. Beberapa SPPG lain juga mengalami hal yang sama,” ujar Sutriyanto.

Sekolah Imbau Siswa Bawa Bekal

Dampak penghentian sementara MBG juga dirasakan sekolah penerima manfaat. SDN 01 Kulu, Kecamatan Karanganyar, menjadi salah satunya.

Kepala SDN 01 Kulu, Lucia Prabawati, mengatakan pihak sekolah telah menerima pemberitahuan dari penanggung jawab SPPG dan segera menyampaikan informasi tersebut kepada orang tua murid.

“Informasinya kami terima sejak kemarin lewat grup. Kami langsung teruskan ke orang tua bahwa MBG sementara berhenti menunggu info selanjutnya,” kata Lucia.

Pihak sekolah pun mengimbau siswa untuk tetap sarapan dan membawa bekal dari rumah.

“Selama ini ada anak-anak yang tidak sarapan karena menunggu MBG. Tadi pagi saya tanya, mereka bilang sudah sarapan dan membawa bekal,” ujarnya.

Hingga kini, belum ada kepastian kapan operasional dapur MBG akan kembali berjalan. Sekolah dan pengelola SPPG masih menunggu kejelasan pencairan dana dari BGN.

author avatar
Patrazone

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button