Sains

Rekor Dunia: Peneliti Wina Ciptakan Kode QR Terkecil, Bisa Simpan Data 2TB

Peneliti dari Vienna University of Technology (TU Wien), bekerja sama dengan startup Cerabyte, berhasil mencetak sejarah dengan menciptakan kode QR terkecil di dunia. Ukurannya hanya 1,98 mikrometer persegi—lebih kecil dibanding sebagian besar bakteri—dan kini tercatat di Guinness World Records.

Patrazone.com — Kode QR supermini ini tidak bisa dilihat dengan mata telanjang maupun mikroskop optik standar. Para ilmuwan menggunakan mikroskop elektron canggih untuk membacanya.

“Struktur yang telah kami buat di sini sangat halus sehingga sama sekali tidak dapat dilihat dengan mikroskop optik,” ujar Prof. Paul Mayrhofer dari Institut Ilmu dan Teknologi Material TU Wien.

Kode QR ini memiliki struktur modul 29 × 29, dengan setiap piksel selebar 49 nanometer—sekitar sepersepuluh panjang gelombang cahaya tampak—namun mampu menyimpan 2 terabyte data.


Teknologi Keramik dan Focused Ion Beam

Proses pembuatan memanfaatkan focused ion beam untuk mengukir pola pada lapisan tipis film keramik. Material keramik dipilih karena kestabilannya tinggi, tahan kondisi ekstrem, dan tidak mudah berubah struktur seiring waktu.

“Dengan media penyimpanan keramik, kami mengejar pendekatan serupa dengan budaya kuno, yang prasastinya masih dapat kita baca hingga saat ini,” kata Alexander Kirnbauer, peneliti yang terlibat dalam proyek ini.


Potensi Penyimpanan Data Jangka Panjang

Tim peneliti melihat peluang besar di luar sekadar rekor. Kode QR ini bisa menjadi media penyimpanan jangka sangat panjang, tanpa listrik atau pendinginan aktif, berbeda dari pusat data konvensional yang boros energi.

Pendekatan ini berpotensi mengubah cara arsip digital, dokumen pemerintahan, hingga rekam ilmiah disimpan secara permanen, sekaligus berkontribusi menekan emisi karbon global.


Tantangan dan Masa Depan

Kirnbauer menambahkan bahwa timnya akan terus mengembangkan kode QR ini, termasuk eksplorasi material lain agar bisa diproduksi secara massal, sehingga teknologi ini bisa diterapkan di industri, tidak hanya laboratorium.

Penemuan ini sekaligus membuka jalan bagi era baru penyimpanan data mikro, memadukan kepadatan tinggi, daya tahan, dan efisiensi energi dalam satu inovasi canggih.

author avatar
Patrazone

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button