Aklamasi di Pendopo, Prasetyo Widiyatmoko Nahkodai KONI Pemalang: Target Prestasi Lebih Tinggi

Patrazone.com — Suasana Pendopo Kabupaten Pemalang pada Sabtu (28/3/2026) siang terasa hangat, namun penuh harapan. Di ruangan itulah, arah masa depan olahraga Kabupaten Pemalang ditentukan.
Tanpa perdebatan panjang, tanpa voting yang alot, nama Prasetyo Widiyatmoko resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia Kabupaten Pemalang masa bakti 2026–2030—secara aklamasi.
Keputusan itu diambil dalam forum Musyawarah Olahraga Kabupaten Pemalang 2026 setelah dinyatakan memenuhi kuorum. Dari enam nama yang sempat mencuat sebagai bakal calon, hanya satu yang bertahan hingga akhir dan memenuhi seluruh syarat pencalonan.
Dari Banyak Nama, Tersisa Satu Harapan
Awalnya, bursa calon ketua KONI Pemalang diwarnai dinamika. Enam figur disebut-sebut siap maju. Namun, seiring proses berjalan, sebagian memilih mundur, sementara lainnya tak memenuhi ketentuan administratif.
Hingga akhirnya, hanya satu nama yang tersisa: Prasetyo Widiyatmoko.
Bagi sebagian peserta Musorkab, kondisi ini bukan sekadar “minim pilihan”, melainkan momentum untuk menyatukan arah. Aklamasi menjadi simbol bahwa organisasi olahraga di Pemalang ingin bergerak dengan energi yang sama—tanpa friksi.
Pesan Bupati: Prestasi dan Sportivitas Harus Sejalan
Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, yang hadir langsung dalam forum tersebut, menyampaikan harapan besar kepada kepengurusan baru.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas cabang olahraga dan komunikasi yang sehat untuk membangun prestasi.
“Mari kita bersama-sama mengedepankan prestasi dengan berlandaskan sportivitas dan persatuan,” ujar Anom.
Baginya, olahraga bukan sekadar kompetisi, tetapi juga ruang membangun karakter dan kebanggaan daerah. Ia berharap, di tangan kepengurusan baru, Pemalang mampu mencetak prestasi yang lebih membanggakan di level provinsi maupun nasional.
Estafet Prestasi: Dari Peringkat 33 ke 24
Ketua KONI Pemalang periode sebelumnya, Nugroho Budi Raharjo, meninggalkan catatan penting: peningkatan peringkat dari posisi 33 ke 24.
Sebuah lompatan yang tak kecil.
“Prestasi hari ini harus lebih baik dari kemarin, dan ke depan harus lebih baik lagi,” ujarnya.
Pesan itu bukan sekadar formalitas. Ia menjadi pengingat bahwa tantangan ke depan tidak ringan. Ekspektasi kini lebih tinggi, dan capaian sebelumnya menjadi standar minimum yang harus dilampaui.
Tugas Berat di Depan Mata
Dengan terpilihnya Prasetyo, pekerjaan besar menanti. Mulai dari pembinaan atlet usia dini, peningkatan kualitas pelatih, hingga penguatan manajemen organisasi di tiap cabang olahraga.
Di sisi lain, kebutuhan akan dukungan anggaran, fasilitas, dan sinergi dengan pemerintah daerah juga menjadi faktor kunci.
Ketua panitia Musorkab, Sucipto, menegaskan bahwa proses pemilihan telah berjalan sesuai aturan dan transparan. Ia berharap kepengurusan baru mampu menjawab tantangan tersebut.
Lebih dari Sekadar Jabatan
Di balik proses aklamasi yang terlihat sederhana, tersimpan harapan besar ribuan atlet di Pemalang—dari level pelajar hingga profesional.
Mereka menunggu ruang yang lebih luas untuk berkembang, kompetisi yang lebih berkualitas, dan dukungan yang lebih nyata.
Kini, semua mata tertuju pada satu nama: Prasetyo Widiyatmoko.
Di tangannya, masa depan olahraga Pemalang dipertaruhkan—bukan hanya soal medali, tetapi juga tentang mimpi, kerja keras, dan identitas daerah.



