Prabowo Subianto Resmikan Pabrik Bus Listrik VKTR di Magelang: Target 10.000 Unit, TKDN Tembus 80%

Patrazone.com – Langkah Indonesia menuju era transportasi ramah lingkungan memasuki babak baru. Presiden Prabowo Subianto secara resmi meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial listrik milik PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk di Magelang, Kamis (9/4/2026).
Di tengah tantangan global krisis energi dan tuntutan pengurangan emisi karbon, peresmian ini bukan sekadar seremoni—melainkan sinyal kuat bahwa Indonesia mulai berdiri di kaki sendiri dalam industri kendaraan listrik.
“Ini sangat penting. Kita sekarang punya kemampuan memproduksi bus dan truk listrik sendiri,” ujar Prabowo dengan nada optimistis.
Dari Perakitan ke Produksi Massal
Pabrik ini menjadi fasilitas pertama di Indonesia yang mengusung sistem Completely Knocked-Down (CKD) untuk kendaraan komersial listrik. Saat ini, fokus produksi diarahkan pada bus dan truk listrik—dua moda transportasi yang berperan besar dalam mobilitas publik dan logistik nasional.
Dengan kapasitas produksi mencapai 10.000 unit bus listrik, VKTR tidak hanya menargetkan kuantitas, tetapi juga kualitas melalui peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Saat ini, TKDN telah mencapai 40 persen. Dalam dua tahun ke depan ditargetkan naik ke 60 persen, dan terus meningkat hingga 80 persen.
“Ini sesuatu yang sangat membanggakan. Kita sudah punya industri bus dan truk listrik sendiri,” kata Prabowo.
Jejak Transformasi Industri Lokal
Perjalanan VKTR sendiri mencerminkan transformasi industri nasional. Berawal dari bisnis distribusi kendaraan berbasis konvensional, perusahaan ini beralih fokus ke elektrifikasi mobilitas—sebuah langkah strategis yang kini mulai membuahkan hasil.
Sejauh ini, VKTR telah mengirimkan lebih dari 100 unit kendaraan listrik dengan total jarak operasional mencapai 11,5 juta kilometer.
Dampaknya nyata:
- Penghematan lebih dari 4,1 juta liter bahan bakar
- Penurunan emisi lebih dari 11.000 ton CO₂
- Efisiensi biaya operasional hingga Rp27,8 miliar
Angka-angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan cerminan perubahan menuju sistem transportasi yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Visi Besar: Sedan Listrik 2028
Tak berhenti di kendaraan komersial, Prabowo juga mengungkapkan visi yang lebih ambisius. Pemerintah menargetkan produksi massal mobil listrik jenis sedan pada 2028.
Harapannya, Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga produsen utama kendaraan listrik di kawasan.
Langkah ini sejalan dengan agenda besar transisi energi nasional—mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan beralih ke energi baru terbarukan (EBT).



