Patrazone.com – Hari Raya Idul Adha menjadi momen penuh sukacita bagi umat Muslim di seluruh dunia. Di Indonesia, perayaan ini tak hanya menjadi ajang spiritual, tetapi juga identik dengan sajian khas berbahan dasar daging kurban seperti sapi, kambing, dan domba.
Namun, euforia mengolah dan menyantap hidangan daging—terutama yang kaya santan dan lemak—sering kali diiringi dengan kekhawatiran akan lonjakan kolesterol. Tak sedikit masyarakat mencari cara instan untuk “menetralkan” efeknya, salah satunya dengan mengonsumsi timun dan nanas.
Benarkah kedua buah tersebut bisa menurunkan kolesterol?
Timun dan Nanas Ramai Dikonsumsi Usai Makan Daging
Di berbagai wilayah, muncul anggapan bahwa makan timun atau nanas setelah mengonsumsi daging bisa mencegah atau menurunkan kolesterol tinggi. Sebagian orang bahkan menjadikannya semacam “ritual” usai menyantap sate kambing atau gulai sapi.
Namun, menurut dr Ray Rattu, SpPD, dokter spesialis penyakit dalam dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, meski mengandung serat tinggi yang baik untuk pencernaan, timun dan nanas tidak bisa secara langsung menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh.
Penjelasan Medis: Serat Bantu Pencernaan, Tapi Bukan Solusi Kolesterol
“Makanan berserat seperti timun dan nanas itu memang baik untuk membantu pencernaan, apalagi setelah makan makanan berlemak,” jelas dr Ray saat berbincang dengan detikcom, Rabu (4/6/2025).
Menurutnya, serat memang membantu mempercepat pergerakan usus dan mengurangi sebagian penyerapan lemak. Namun, ia menegaskan tidak ada bukti ilmiah yang cukup kuat bahwa konsumsi timun atau nanas dapat langsung menurunkan kolesterol secara signifikan.
“Konsumsi timun atau nanas belum ada bukti yang konkret menurunkan kolesterol. Kalau memang terbukti kolesterol tinggi, tentu harus disiapkan obat kolesterol yang dikonsumsi secara rutin,” lanjutnya.
Jadi, Apa yang Harus Dilakukan Setelah Kalap Makan Daging?
Untuk menjaga kesehatan pasca mengonsumsi daging kurban, dr Ray menyarankan langkah-langkah berikut:
- Perbanyak konsumsi sayur dan buah berserat tinggi
- Meski bukan penurun kolesterol instan, makanan berserat membantu menjaga metabolisme tubuh dan mencegah sembelit.
- Batasi porsi daging dan olahan bersantan
- Hindari konsumsi berlebihan, terutama bagi yang punya riwayat kolesterol tinggi.
- Perbanyak air putih dan aktivitas fisik
- Membantu tubuh mencerna makanan dengan lebih efisien.
- Lakukan pemeriksaan kadar kolesterol secara rutin
- Khususnya bagi yang sudah memiliki faktor risiko atau keluarga dengan riwayat penyakit jantung.
Timun dan Nanas Bermanfaat, Tapi Bukan Obat Kolesterol
Timun dan nanas memang menyehatkan, terutama karena kandungan air dan seratnya. Namun, menganggap kedua buah ini sebagai “penangkal kolesterol” setelah makan daging merupakan mitos tanpa dukungan ilmiah yang kuat.
Jika kamu memiliki riwayat kolesterol tinggi atau berisiko mengalami gangguan jantung, berkonsultasilah dengan dokter untuk penanganan yang tepat, termasuk konsumsi obat jika diperlukan.
