5 Tanda Tubuh Kelebihan Gula, dari Berat Badan Naik hingga Penuaan Dini

Patrazone.com – Kesadaran untuk mengurangi konsumsi gula kini semakin meningkat. Bukan tanpa alasan, asupan gula berlebihan telah lama dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan serius, mulai dari obesitas, diabetes, tekanan darah tinggi, kerusakan gigi, kolesterol tinggi, hingga penuaan dini.
Karena dampaknya tidak selalu terasa instan, penting untuk mengenali tanda-tanda peringatan saat tubuh kebanyakan gula. Spesialis dermatologi, flebologi, proktologi, sekaligus pengobatan gizi, dr Lela Ahlemann, mengungkap sejumlah gejala yang kerap diabaikan. Dikutip dari Express UK, berikut lima tanda yang perlu diwaspadai.
1. Berat Badan Cepat Naik dan Mudah Lapar
Gula memiliki kandungan kalori tinggi, tetapi rendah serat dan nutrisi. Akibatnya, gula tidak memberikan rasa kenyang yang tahan lama.
Menurut dr Ahlemann, konsumsi gula berlebihan membuat kadar glukosa darah naik dengan cepat, namun segera turun kembali. Kondisi ini memicu rasa lapar terus-menerus.
“Ketika Anda selalu lapar, Anda cenderung makan lebih banyak dari yang dibutuhkan. Inilah yang akhirnya menyebabkan kenaikan berat badan,” ujarnya.
2. Jerawat Makin Sering Muncul
Asupan gula juga berdampak langsung pada kesehatan kulit. Gula dapat meningkatkan kadar insulin-like growth factor 1 (IGF-1) dalam tubuh.
“Bersama insulin, IGF-1 merangsang kelenjar minyak dan proses keratinisasi berlebihan. Akibatnya, pori-pori mudah tersumbat dan memicu jerawat serta peradangan,” jelas dr Ahlemann.
Tak heran, pola makan tinggi gula kerap dikaitkan dengan jerawat yang sulit dikendalikan.
3. Mudah Marah dan Mood Tidak Stabil
Lonjakan gula darah setelah mengonsumsi makanan manis memicu pelepasan insulin dalam jumlah besar. Namun, lonjakan ini sering diikuti penurunan gula darah secara drastis.
“Kondisi ini disebut hipoglikemia. Dampaknya bisa berupa keinginan makan yang kuat, perubahan suasana hati, hingga mudah tersinggung,” kata dr Ahlemann.
Perubahan mood yang tiba-tiba sering kali bukan sekadar faktor emosional, melainkan sinyal dari ketidakseimbangan gula darah.
4. Sistem Imun Melemah
Terlalu sering sakit juga bisa menjadi tanda konsumsi gula berlebihan. Menurut dr Ahlemann, gula sederhana yang dikonsumsi dalam jumlah besar tidak seluruhnya diserap di usus kecil.
“Jika kapasitas usus kecil terlampaui, gula akan masuk ke usus besar dan menjadi ‘makanan’ bagi bakteri tertentu,” jelasnya.
Masalahnya, bakteri tersebut membawa endotoksin yang dapat masuk ke aliran darah dan memicu peradangan kronis tanpa gejala. Kondisi ini mempercepat penuaan dan melemahkan sistem kekebalan tubuh.
5. Penuaan Dini
Asupan gula tinggi secara ilmiah terbukti meningkatkan pembentukan Advanced Glycation End Products (AGEs), senyawa yang merusak kolagen.
“AGEs membuat serat kolagen menjadi kaku, rapuh, dan sulit diperbaiki. Akibatnya, kualitas kolagen menurun dan tanda penuaan muncul lebih cepat,” ujar dr Ahlemann.
Kulit menjadi kurang elastis, muncul garis halus, dan proses regenerasi tubuh melambat.
Pentingnya Mengontrol Asupan Gula
Meski gula sulit dihindari sepenuhnya, membatasi konsumsinya dapat memberi dampak besar bagi kesehatan jangka panjang. Mengurangi minuman manis, memilih makanan utuh berserat tinggi, dan membaca label nutrisi menjadi langkah awal yang penting.
Mengenali sinyal tubuh sejak dini dapat membantu mencegah dampak serius akibat kelebihan gula—sebelum masalah kesehatan berkembang lebih jauh.



