5 Negara dengan Gelar Uber Cup Terbanyak Sepanjang Sejarah

Patrazone.com – Uber Cup merupakan kejuaraan bulutangkis beregu putri paling prestisius di dunia. Turnamen ini pertama kali digelar pada 1956–1957 dan sejak itu menjadi tolok ukur kekuatan bulutangkis putri internasional.
Sejak 1984, Uber Cup rutin diselenggarakan dua tahun sekali dan digabung dengan Thomas Cup. Meski sempat ada wacana pemisahan final pada 2007, rencana tersebut akhirnya dibatalkan oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF).
Kini, Uber Cup telah memasuki edisi ke-30. Sejumlah negara tampil dominan dan mencatatkan diri sebagai pengoleksi gelar terbanyak sepanjang masa.
Berikut daftarnya.
1. China (16 Gelar)
China menjadi penguasa mutlak Uber Cup. Tim putri Negeri Tirai Bambu telah mengoleksi 16 gelar juara, yakni pada edisi:
1984, 1986, 1988, 1990, 1992, 1998, 2000, 2002, 2004, 2006, 2008, 2012, 2014, 2016, 2020, dan 2024.
China juga mencatat 20 kali tampil di final, dengan hanya empat kali finis sebagai runner-up (1994, 1996, 2010, dan 2022). Dominasi ini mengukuhkan China sebagai kekuatan terbesar bulutangkis putri dunia.
2. Jepang (6 Gelar)
Jepang berada di posisi kedua dengan 6 gelar Uber Cup, yang diraih pada:
1966, 1969, 1972, 1978, 1981, dan 2018.
Tim putri Jepang telah 9 kali mencapai final, dan tiga kali harus puas sebagai runner-up (1975, 2014, 2020). Prestasi Jepang juga berlanjut di ajang Olimpiade, termasuk medali emas Olimpiade Rio 2016.
3. Indonesia (3 Gelar)
Indonesia menempati peringkat ketiga sebagai negara tersukses di Uber Cup. Tim Merah Putih mengoleksi 3 gelar juara, masing-masing pada:
1975, 1994, dan 1996.
Indonesia telah 11 kali tampil di final, namun delapan di antaranya berakhir sebagai runner-up, terakhir pada edisi 2024. Meski demikian, Indonesia tetap menjadi salah satu kekuatan tradisional bulutangkis putri dunia.
4. Amerika Serikat (3 Gelar)
Amerika Serikat juga mengoleksi 3 gelar Uber Cup, seluruhnya diraih pada era awal penyelenggaraan turnamen, yakni:
1957, 1960, dan 1963.
Meski kini tak lagi dominan, AS tercatat sebagai salah satu pionir kejayaan Uber Cup di masa awal kompetisi.
5. Korea Selatan (2 Gelar)
Korea Selatan melengkapi daftar dengan 2 gelar juara, yang diraih pada:
2010 dan 2022.
Tim Negeri Ginseng ini telah 9 kali menembus final, namun enam kali harus puas sebagai runner-up, termasuk pada edisi 2016. Konsistensi Korea Selatan menjadikannya lawan tangguh di setiap edisi Uber Cup.
Uber Cup bukan sekadar turnamen, melainkan peta kekuatan bulutangkis putri dunia. China masih berdiri sebagai raksasa, sementara Jepang, Indonesia, Korea Selatan, dan Amerika Serikat menorehkan sejarah dengan karakter dan era kejayaannya masing-masing.
Dengan regenerasi atlet yang terus berjalan, persaingan menuju gelar Uber Cup berikutnya dipastikan tetap terbuka dan menarik untuk disimak.



