Waspada “Super Flu” H3N2, Ini Tahapan Gejala yang Perlu Diketahui

Patrazone.com – Dunia tengah menyoroti kemunculan wabah “super flu”, varian baru influenza A H3N2 subclade K, yang dilaporkan memicu lonjakan kasus di sejumlah negara, termasuk Inggris. Virus ini disebut lebih ganas dan mampu menimbulkan gejala yang bertahan lebih lama dibandingkan flu musiman biasa.
Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS) bahkan telah mengeluarkan peringatan sejak beberapa bulan terakhir. Direktur Pusat Influenza Dunia di Institut Francis Crick, Profesor Nicola Lewis, menyebut dinamika penyebaran virus ini tidak biasa.
“Ini benar-benar membuat saya khawatir. Saya tidak panik, tetapi khawatir,” ujar Lewis, dikutip dari LadBible.
Varian H3N2 subclade K disebut memiliki kemampuan menghindari kekebalan tubuh yang terbentuk dari vaksin flu atau infeksi sebelumnya. Kondisi ini membuat banyak orang lebih rentan tertular dan mengalami sakit lebih lama.
Gejala Awal Mirip Flu Biasa
Pada tahap awal, super flu memunculkan gejala yang serupa dengan influenza pada umumnya, seperti demam, batuk, pilek, dan sakit tenggorokan. Namun, perbedaannya terletak pada durasi dan intensitas keluhan yang lebih panjang.
Profesor William Schaffner dari Vanderbilt University School of Medicine menjelaskan bahwa efek influenza bisa bertahan bahkan setelah fase akut mereda.
“Begitu influenza menyerang, dampaknya sering kali berlangsung lebih lama dibandingkan masa sakit utamanya,” ujarnya.
Kelelahan Berkepanjangan
Setelah demam mereda, banyak pasien masih merasakan kelelahan ekstrem dan tubuh tidak enak selama berhari-hari. Peneliti senior Johns Hopkins Center for Health Security, Amesh A. Adalja, menyebut keluhan ini bisa berlangsung hingga satu minggu atau lebih.
“Gejala akut biasanya membaik dalam beberapa hari, tetapi rasa lelah dan tidak nyaman bisa menetap lebih lama,” katanya.
Peradangan yang Bertahan
Salah satu penyebab gejala berkepanjangan adalah respons peradangan tubuh yang terus berlangsung meski infeksi mulai mereda. Kondisi ini dapat memicu batuk kering, nyeri tenggorokan, dan rasa lemas yang tak kunjung hilang.
“Peradangan ini bisa berlangsung cukup lama,” tambah Schaffner.
Perlu Kewaspadaan Lebih
Para ahli mengingatkan masyarakat untuk tidak menyepelekan gejala flu yang terasa lebih berat atau berlangsung lebih lama dari biasanya. Istirahat cukup, menjaga daya tahan tubuh, serta segera berkonsultasi ke tenaga medis bila keluhan memburuk menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi.
Meski belum memicu kepanikan global, kemunculan super flu H3N2 menjadi pengingat bahwa virus influenza terus berevolusi, sehingga kewaspadaan dan kesiapan sistem kesehatan tetap dibutuhkan.



