Mendes Yandri Targetkan 5.000 Desa Ekspor, Dorong Pemerataan Ekonomi Nasional
Patrazone.com — Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menargetkan pembentukan 5.000 Desa Ekspor sebagai motor kebangkitan ekonomi desa sekaligus upaya konkret pemerataan ekonomi nasional.
Target ambisius itu disampaikan Yandri saat menghadiri puncak peringatan Hari Desa Nasional 2026 di Lapangan Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (15/1/2026).
Menurut Yandri, desa memiliki peran strategis sebagai subjek utama pembangunan, sejalan dengan Asta Cita keenam Presiden Prabowo Subianto, yakni membangun dari desa dan dari bawah.
“Kita punya program Desa Ekspor. Target kita, insyaallah, ada 5.000 Desa Ekspor. Di periode kepemimpinan sekarang, saya sudah melepas ekspor perdana mulai dari kopi, kemiri, ikan, sampai kentang,” ujar Yandri dalam sambutannya.
Desa Jadi Mesin Ekonomi Baru
Yandri menegaskan, penguatan desa melalui ekspor produk unggulan akan menjadi penggerak utama kebangkitan ekonomi nasional, sekaligus strategi nyata dalam pengentasan kemiskinan.
Ia menyebutkan, Indonesia memiliki lebih dari 70.000 desa dengan potensi sumber daya alam dan manusia yang sangat besar. Namun, potensi tersebut tidak bisa digarap oleh satu kementerian atau satu sektor saja.
“Pesan Bapak Presiden Prabowo jelas, kita ini bukan Superman, tetapi Super Team. Modal kita adalah kolaborasi, kebersamaan, kekompakan, dan keguyuban untuk memajukan Republik Indonesia,” tegas Yandri.
12 Aksi Bangun Desa Menuju Indonesia Emas 2045
Dalam kesempatan tersebut, Yandri juga memaparkan 12 Aksi Bangun Desa yang disiapkan Kementerian Desa dan PDT untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Program tersebut mencakup:
Penguatan BUMDes
Pengembangan Koperasi Desa Merah Putih
Desa tematik berbasis komoditas seperti desa lele, desa padi, dan desa jagung
Pengembangan desa wisata
Yandri mencontohkan, sejumlah desa wisata bahkan mampu mencatatkan pendapatan hingga miliaran rupiah per tahun.
Seluruh program desa, lanjut dia, juga diarahkan untuk menopang perputaran ekonomi nasional, termasuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Siklus ekonomi itu bergerak dan ujungnya ada di desa. Alam sudah terbentang luas, potensinya sudah ada. Tinggal bagaimana kita kompak dan bersatu,” katanya.
Momentum Persatuan Desa
Yandri pun mengajak seluruh elemen desa—mulai dari kepala desa, perangkat desa, BPD, hingga masyarakat—untuk menjadikan Hari Desa Nasional sebagai momentum memperkuat persatuan dan menyukseskan agenda pemerintahan.
“Dengan pemimpin yang kuat seperti Bapak Presiden Prabowo, ayo kita songsong Indonesia Maju dan Indonesia Hebat. Dan itu dimulai dari desa,” pungkasnya.



