Patrazone.com — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mendorong seluruh operator seluler di Indonesia menghadirkan fitur anti-spam dan anti-scam guna melindungi masyarakat dari maraknya penipuan digital.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengapresiasi sejumlah operator yang telah lebih dulu mengembangkan fitur perlindungan tersebut, salah satunya Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
“Kami mendorong semua operator seluler lain mengikuti inisiatif ini. Kalau bisa, kolaborasinya lebih erat agar pencegahan spam dan scam bisa dilakukan secara menyeluruh,” ujar Nezar dalam Media Update Fitur Anti-Spam dan Anti-Scam di Kantor Indosat, Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Dorong Pencegahan Sejak Hulu
Nezar mencontohkan sejumlah fitur yang telah tersedia di industri, seperti SatSpam di IM3, Tri AI di Tri, serta sistem serupa yang dikembangkan Telkomsel. Komdigi berharap operator lain, termasuk XLSMART, segera memperkuat kemampuan serupa agar pencegahan penipuan dapat dilakukan sejak dari sisi jaringan.
Menurut Nezar, fitur anti-spam dan anti-scam milik Indosat juga telah terintegrasi dengan platform over the top (OTT) seperti WhatsApp, mengingat banyak modus penipuan memanfaatkan kanal komunikasi tersebut.
“Kami terus berkomunikasi dan berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan di ekosistem telekomunikasi untuk mencegah kejahatan siber,” kata Nezar.
Registrasi SIM Berbasis Biometrik
Selain penguatan fitur di tingkat operator, Komdigi juga menyiapkan kebijakan registrasi kartu SIM berbasis biometrik. Langkah ini ditujukan untuk memperketat validasi identitas pengguna dan menekan praktik pembuatan akun palsu yang kerap digunakan untuk spam dan scam.
Nezar menilai, mekanisme registrasi SIM yang terlalu mudah selama ini memberi celah bagi pelaku kejahatan. Ketika satu nomor diblokir, pelaku dapat dengan cepat menggunakan kartu baru.
“Kami coba identifikasi akar masalahnya. Salah satunya adalah registrasi yang harus lebih valid, sejalan dengan prinsip know your customer,” ujarnya.
Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan rasa aman masyarakat dalam beraktivitas digital, termasuk transaksi keuangan.
Telkomsel dan XLSMART Perkuat Sistem AI
Sebelumnya, Telkomsel meluncurkan sistem anti-scam Sistem Cegah Scam Keliling (Siscamling). Operator pelat merah itu mencatat sekitar 1,4 miliar percobaan penipuan terjadi di Indonesia setiap tahun.
Direktur Utama Telkomsel Nugroho mengatakan Siscamling mengandalkan AI yang dilatih secara berkelanjutan menggunakan mahadata telekomunikasi anonim, terintegrasi dengan data global, serta analisis riwayat panggilan. Sistem ini mampu memberikan notifikasi risiko secara real time pada panggilan atau SMS yang terindikasi scam, tanpa memerlukan aplikasi tambahan.
Siscamling dirancang dengan prinsip privacy-by-design dan dapat dikelola melalui mini-app di aplikasi MyTelkomsel. Layanan ini mulai diaktifkan bertahap sejak 15 Desember 2025 dan ditargetkan menjangkau seluruh pelanggan pada awal 2026.
Sementara itu, XLSMART juga mengklaim telah menerapkan teknologi anti-scam berbasis machine learning dan AI. Head of External Communications XLSMART Henry Wijayanto menyebut sistem tersebut mampu mendeteksi pola panggilan mencurigakan, termasuk modus spoofing dan masking number.
Namun, ia mengakui ancaman penipuan terus berkembang sehingga pembaruan algoritma dan koordinasi lintas operator serta regulator menjadi kunci.
“Pada prinsipnya, sistem kami sudah berbasis AI dan terus ditingkatkan agar semakin adaptif dan andal,” kata Henry.
