Francesco Bagnaia Tegaskan Hanya Mau Bela Tim Pabrikan di Tengah Rumor ke VR46

Patrazone.com — Masa depan Francesco Bagnaia di MotoGP kembali menjadi sorotan. Juara dunia dua kali itu ramai dikaitkan dengan kepindahan ke tim satelit VR46 Racing Team mulai musim 2027. Namun, Bagnaia memberi sinyal tegas: ia hanya tertarik membalap untuk tim pabrikan.
Pembalap Italia berusia 29 tahun tersebut disebut berada dalam posisi sulit menyusul performa kurang meyakinkan pada MotoGP 2025. Bagnaia menutup musim di posisi kelima klasemen akhir, tertinggal hampir dua kali lipat poin dari rekan setimnya di Ducati, Marc Marquez, yang keluar sebagai juara dunia.
Posisi Bagnaia di Ducati Kian Terancam
Bursa pembalap MotoGP mulai memanas bahkan sebelum musim 2026 dimulai. Sejumlah laporan menyebutkan Ducati telah mencapai kesepakatan untuk merekrut Pedro Acosta sebagai tandem Marquez mulai musim depan.
Situasi tersebut memicu spekulasi bahwa Ducati tidak lagi mempertahankan Bagnaia di tim pabrikan dan mempertimbangkan memindahkannya ke VR46, tim satelit yang memiliki hubungan erat dengan pabrikan Borgo Panigale.
Padahal, Bagnaia memiliki kontribusi besar dalam pengembangan Desmosedici dan telah mempersembahkan dua gelar juara dunia untuk Ducati.
Tolak Tim Satelit, Bidik Proyek Ambisius
Bagnaia menegaskan dirinya tidak tertarik membela tim satelit. Di tengah rumor yang juga mengaitkannya dengan Aprilia, Pecco—sapaan Bagnaia—menekankan ambisinya untuk tetap berada di level tertinggi.
“Saya percaya diri sebagai pembalap yang selalu berada di depan. Ambisi saya harus selalu mengarah ke sana,” kata Bagnaia, dikutip dari Autosport.
Ia menambahkan bahwa pengalamannya dalam beberapa musim terakhir menjadi modal penting untuk menentukan langkah berikutnya.
“Ada banyak peluang. Saya tidak merasa tertekan dan tidak terburu-buru. Saya akan membuat keputusan yang menurut saya paling tepat,” ujar Bagnaia.
Bursa MotoGP Masih Panjang
Dengan kontrak-kontrak besar yang akan berakhir pada 2027, bursa pembalap MotoGP diprediksi semakin dinamis. Pernyataan Bagnaia menegaskan satu hal: ia masih memandang dirinya sebagai pembalap papan atas yang layak berada di tim pabrikan, bukan sekadar opsi bagi tim satelit.
Keputusan akhir Bagnaia akan menjadi salah satu penentu peta kekuatan MotoGP dalam beberapa musim ke depan.



