Patrazone.com — Keinginan untuk tetap terlihat awet muda dan sehat adalah harapan banyak wanita. Namun, tanpa disadari, kebiasaan makan sehari-hari justru bisa mempercepat proses penuaan, bahkan sebelum tanda-tandanya terlihat di permukaan.
Salah satu pemicunya adalah konsumsi gula tambahan yang berlebihan. Studi terbaru yang dipublikasikan dalam JAMA Network Open mengungkap bahwa diet tinggi gula tambahan dapat mempercepat penuaan biologis sel, membuat tubuh “menua” lebih cepat dibanding usia kronologisnya.
“Gula merupakan agen inflamasi dan salah satu penyebab utama stres oksidatif dalam tubuh,” ujar Dorothy Chiu, PhD, peneliti dari Osher Center for Integrative Health, University of California San Francisco, sekaligus penulis studi tersebut.
Gula Picu Peradangan dan Kerusakan Sel
Stres oksidatif terjadi ketika jumlah radikal bebas melebihi kemampuan antioksidan tubuh. Kondisi ini memicu kerusakan sel dan mempercepat proses penuaan biologis. Peradangan kronis yang dipicu gula juga memperburuk kondisi tersebut.
Dengan kata lain, gula tidak hanya berdampak pada berat badan, tetapi juga memengaruhi kesehatan sel hingga ke tingkat paling dasar.
Studi Libatkan Hampir 350 Wanita
Penelitian ini melibatkan hampir 350 wanita yang tinggal di California Utara dan dilakukan dalam periode 2015–2019. Para peserta diminta melaporkan pola makan mereka serta memberikan sampel air liur untuk mengukur usia biologis menggunakan penanda GrimAge, indikator yang berkaitan dengan risiko penyakit dan kematian.
Peneliti menilai pola makan peserta berdasarkan:
- Diet Mediterania
- Pola makan rendah risiko penyakit kronis
- Skor nutrisi anti-inflamasi dan perbaikan DNA
Hasilnya, wanita dengan pola makan sehat cenderung memiliki usia biologis yang lebih muda.
Namun, temuan menarik muncul saat peneliti menganalisis konsumsi gula tambahan. Rata-rata peserta mengonsumsi lebih dari 60 gram gula tambahan per hari, dengan rentang konsumsi mulai dari 3 gram hingga mencapai 316 gram per hari.
Usia Biologis Bisa Lebih Tua dari Usia Asli
Bahkan pada peserta dengan pola makan sehat, konsumsi gula tambahan tetap berdampak signifikan. Setiap peningkatan asupan gula berkaitan dengan percepatan penuaan biologis sel, membuat usia sel lebih tua dibandingkan usia kronologis mereka dalam hitungan tahun.
Peneliti juga menyoroti peran epigenetika, yakni bagaimana pola makan dan lingkungan dapat memengaruhi cara kerja gen.
“Kadar gula yang tinggi memengaruhi metabolisme, dan apa pun yang mengganggu metabolisme akan berdampak pada pertumbuhan dan fungsi sel,” kata Julia Zumpano, RD, ahli gizi dari Cleveland Clinic Center for Human Nutrition, yang tidak terlibat dalam studi ini.
Bukan Sekadar Soal Cantik, Tapi Kesehatan Jangka Panjang
Temuan ini menegaskan bahwa menjaga penampilan awet muda bukan hanya soal perawatan kulit, tetapi juga apa yang dikonsumsi setiap hari. Mengurangi gula tambahan, memperbanyak makanan alami, serta menjaga pola hidup seimbang menjadi kunci untuk memperlambat penuaan dari dalam.
Pasalnya, penuaan sel yang dipercepat tidak hanya memengaruhi penampilan, tetapi juga meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis di kemudian hari.
