Hashim Ungkap Alasan Program 3 Juta Rumah Jadi Prioritas Prabowo: Dorong Ekonomi Tumbuh 8 Persen

Patrazone.com — Hashim menjelaskan, sektor perumahan dipilih karena memiliki dampak ekonomi yang luas serta mampu menggerakkan banyak sektor industri sekaligus.

“Cita-cita kita sebenarnya membangun tiga juta apartemen atau rumah setiap tahun. Tujuannya agar kita bisa mendorong ekonomi dan mencapai pertumbuhan 8 persen,” ujar Hashim dalam acara groundbreaking rusun subsidi di kawasan Meikarta, Minggu (8/3/2026).

Menurut dia, gagasan tersebut mulai disusun sekitar dua tahun lalu ketika tim pemerintah merancang strategi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.

Antrean Rumah Layak Huni Masih Tinggi

Hashim memaparkan, kebutuhan rumah layak huni di Indonesia masih sangat besar. Data Satgas Perumahan menunjukkan sekitar 9 juta hingga 15 juta keluarga saat ini masih berada dalam daftar tunggu untuk mendapatkan hunian yang layak.

Selain itu, terdapat sekitar 27 juta keluarga yang masih tinggal di Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Kondisi tersebut, kata Hashim, menunjukkan bahwa sektor perumahan memiliki potensi ekonomi yang sangat besar sekaligus menjadi solusi bagi kebutuhan dasar masyarakat.

Efek Ekonomi Berlipat

Dari sisi makroekonomi, industri perumahan disebut memiliki multiplier effect atau efek pengganda yang tinggi, yakni antara 1,5 hingga 5 kali lipat.

Artinya, setiap investasi yang masuk ke sektor properti dapat memberikan dampak ekonomi berlipat bagi berbagai sektor lainnya.

“Ada sekitar 185 bidang ekonomi yang terkait langsung dengan bisnis properti, konstruksi, dan perumahan,” ujar Hashim.

Dengan keterkaitan tersebut, pembangunan perumahan diyakini mampu menggerakkan ekonomi dari hulu hingga hilir secara bersamaan.

Fokus Bangun Rusun Subsidi

Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengatakan pemerintah akan memprioritaskan pembangunan rumah susun subsidi pada tahun ini.

Langkah ini dilakukan untuk mempercepat penyediaan hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), terutama di wilayah perkotaan yang menghadapi keterbatasan lahan.

“Tahun ini prioritas kami adalah membangun rumah susun subsidi,” ujar Maruarar.

Menurut dia, pembangunan hunian vertikal juga menjadi strategi untuk menyeimbangkan tingginya permintaan rumah tapak subsidi.

Kolaborasi dengan Lippo Group

Proyek rusun subsidi tahap awal akan dibangun bekerja sama dengan Lippo Group di kawasan Meikarta.

Pembangunan dilakukan di atas lahan seluas sekitar 30 hektare dengan target penyediaan hingga 140.000 unit rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Proyek ini diharapkan menjadi salah satu langkah awal pemerintah dalam merealisasikan target pembangunan 3 juta rumah per tahun yang menjadi bagian dari program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo.

Patrazone
Exit mobile version