Liga Italia

Jay Idzes Raih Pemain Terbaik PSSI Awards 2026, Dedikasikan untuk “Orang di Balik Layar”

Patrazone.com — Sorot lampu di Studio 6 Emtek, Jakarta, Sabtu (29/3/2026), terasa berbeda ketika nama Jay Idzes diumumkan sebagai pemain terbaik putra Indonesia tahun ini.

Di tengah tepuk tangan meriah, bek andalan Timnas Indonesia itu naik ke panggung dengan ekspresi tenang, namun sarat makna. Bagi Idzes, penghargaan ini bukan sekadar pencapaian pribadi.

“Ini sangat luar biasa. Saya merasa terhormat bisa menerima penghargaan ini,” ujar pemain yang kini membela US Sassuolo tersebut.

Namun, yang membuat momen ini terasa lebih dalam adalah dedikasi yang ia sampaikan. Idzes menegaskan bahwa penghargaan tersebut adalah milik banyak orang—mereka yang tak terlihat di lapangan, tetapi bekerja tanpa lelah di balik layar.

“Penghargaan ini untuk semua orang yang bekerja di belakang layar agar semuanya berjalan lancar,” katanya.


Dari Konsistensi Menuju Pengakuan

Nama Idzes memang tak asing dalam perjalanan sepak bola Indonesia setahun terakhir. Penampilannya yang solid di lini belakang, kepemimpinan di lapangan, hingga kontribusinya dalam berbagai laga penting membuatnya unggul atas kandidat lain seperti Yakob Sayuri, Kevin Diks, dan Calvin Verdonk.

Penghargaan ini menjadi penegasan bahwa peran pemain bertahan kini semakin diapresiasi—tidak hanya soal mencegah gol, tetapi juga membangun permainan dan menjaga ritme tim.


Momen Emosional: Legenda yang Masih Hidup

Di luar penghargaan pribadinya, Idzes mengaku tersentuh oleh satu momen lain di malam itu: ketika penghargaan Legend of The Year diberikan kepada Tan Liong Houw.

“Rasanya luar biasa melihat beliau masih hadir dan menerima penghargaan itu secara langsung,” ucap Idzes.

Baginya, kehadiran sosok legenda di panggung yang sama menjadi pengingat tentang akar dan perjalanan panjang sepak bola Indonesia.

“Itu menceritakan banyak hal tentang warisan kita sebagai sebuah negara,” tambahnya.


Malam Apresiasi Sepak Bola Indonesia

Selain Idzes, PSSI Awards 2026 juga menghadirkan deretan pemenang dari berbagai kategori, mencerminkan perkembangan sepak bola nasional dari level akar rumput hingga profesional.

Beberapa nama yang mencuri perhatian antara lain:

  • Marselino Ferdinan (Men’s Young Player of The Year)
  • Maarten Paes (Men’s Goalkeeper of The Year)
  • Safira Ika Putri (Women’s Player of The Year)
  • Rizky Ridho (Goal of The Year)

Tak hanya itu, penghargaan juga diberikan untuk pengembangan sepak bola, wasit, hingga program grassroots—menunjukkan bahwa ekosistem sepak bola Indonesia terus dibangun secara menyeluruh.


Lebih dari Sekadar Trofi

Bagi Idzes, penghargaan ini bukan garis akhir. Justru sebaliknya, ini adalah titik awal untuk tanggung jawab yang lebih besar.

Dengan usia yang masih berada di puncak karier, ia menjadi simbol harapan baru—bahwa pemain Indonesia mampu bersaing di level internasional tanpa kehilangan akar nasionalnya.

Di tengah sorotan malam itu, satu hal menjadi jelas:
penghargaan boleh diberikan kepada satu nama, tetapi perjalanan menuju panggung itu selalu melibatkan banyak tangan.

Dan bagi Jay Idzes, kemenangan ini adalah milik bersama.

author avatar
Patrazone

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button